Makam Kapitan Yongker: Situs Sejarah yang Terlupakan, Ada Harapan Penataan Ulang
- 25 Mei 2026 11:46 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta – Situs Makam Kapitan Yongker, salah satu aset cagar budaya bersejarah di Jakarta, kini menjadi sorotan karena kondisinya yang dinilai kurang mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah. Meski memiliki nilai sejarah yang tinggi sejak abad ke-17, lokasi makam ini masih sulit ditemukan oleh wisatawan akibat minimnya papan petunjuk jalan.
Dalam sebuah wawancara dengan Kasmadi (50) penjaga situs setempat, terungkap beberapa kendala utama yang dihadapi dalam mengelola makam pahlawan asal Maluku tersebut. Masalah utama adalah aksesibilitas dan informasi. Pengunjung sering kali tersesat karena tidak adanya plang nama atau penunjuk arah di persimpangan jalan utama, seperti di kawasan Penjaringan atau Cilincing.
"Sudah pernah saya sampaikan ke ketua pengelola, rencananya memang mau dikasih nama arah di perempatan, supaya orang tahu arah ke Makam Kapitan Yongker ini. Di depan makam juga rencananya mau ditaruh meriam supaya makin kelihatan kalau ini situs sejarah," ujar Kasmadi kepada RRI Jakarta, Minggu 24 Mei 2026.
Selain masalah penunjuk jalan, fasilitas di area makam juga dirasa masih sangat minim. Harapan besar ditujukan kepada pemerintah untuk melakukan penataan kawasan dengan membangun taman, menyediakan bangku untuk duduk, serta pembersihan area secara berkala.
"Kalau memang dananya turun, rencananya mau dibikin kayak taman, ada saung-saungnya, supaya pengunjung yang datang nggak buru-buru pulang. Bisa santai, foto-foto dulu sama keluarga," kata Kasmadi menambahkan.
Meski sempat mengalami renovasi pada periode 2020-2022, perawatan harian masih menjadi kendala karena tidak adanya juru kunci resmi yang ditugaskan khusus untuk membersihkan debu dan menjaga kebersihan setiap hari. Saat ini, kondisi makam sering kali kotor akibat debu jalanan dan kurangnya pengawasan.
Tak hanya soal fisik bangunan, masalah sosial juga sempat muncul terkait sengketa lahan parkir di area sekitar makam. Kurangnya koordinasi antara pengelola dan kelompok warga sempat memicu gesekan terkait penggunaan lahan parkir yang seharusnya bisa diperuntukkan bagi para peziarah atau wisatawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....