Indonesia Potensi Jadi Kunci Pertumbuhan Wisata Asia 2026

  • 18 Nov 2025 16:19 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Indonesia dinilai akan menjadi salah satu pasar terpenting bagi pertumbuhan pariwisata Asia pada 2026, seiring meningkatnya minat wisatawan dan investor global terhadap destinasi di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan pakar pariwisata internasional dan konsultan industri perjalanan, Mario Enzesberger, dalam diskusi di sela TOURISE 2025 di Riyadh, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, Indonesia memiliki kombinasi kekuatan pariwisata yang jarang dimiliki negara lain.

“Indonesia punya semuanya—alam, budaya, keberagaman pengalaman, dan keramahtamahan masyarakatnya. Tidak hanya Bali, tapi seluruh Indonesia menawarkan potensi yang luar biasa besar,” ujar Enzesberger dalam keterangan resminya, Selasa (18/11/2025).

Enzesberger menilai Indonesia akan memainkan peran krusial dalam lanskap pariwisata Asia karena besarnya populasi, pesatnya pertumbuhan kelas menengah, serta peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata.

“Asia menampung 65 persen populasi dunia, dan Indonesia berada di jantung kawasan tersebut. Potensinya besar, dan permintaan wisata di Indonesia diprediksi melonjak dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Ia menyebut Indonesia sebagai “destinasi yang sedang naik daun” dan menjadi salah satu negara yang paling menarik bagi pelaku industri perjalanan global.

Dalam forum TOURISE 2025, Enzesberger mencatat meningkatnya minat investor internasional untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Indonesia. Hal itu mencakup pengembangan destinasi baru, layanan perjalanan, hingga sektor perhotelan.

“Kami melihat semakin banyak investor siap masuk ke Indonesia. Daya tariknya bukan hanya karena keindahan alam, tapi juga karena kebijakan pemerintah yang kondusif bagi pertumbuhan industri,” ucapnya.

Sebagai konsultan yang aktif mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, Enzesberger menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Keberlanjutan bukan lagi pilihan, tapi fondasi masa depan pariwisata. Indonesia memiliki modal budaya dan alam yang luar biasa, sehingga pendekatan keberlanjutan harus menjadi prioritas dalam setiap pengembangan,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan pengembangan destinasi wisata Indonesia ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....