Wawali Bekasi Dorong Kolaborasi Atasi Banjir dan Pencemaran Air.
- 30 Sep 2026 08:13 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mayors Talk 2026, Bekasi Dorong Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
- Bekasi Perkuat Kolaborasi Kota Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
- Mayors Talk 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Atasi Krisis Lingkungan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri Welcome Dinner Kepala Daerah dalam rangkaian Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah III di Plaza Balai Kota Bogor.
Kegiatan yang berlangsung pada hari pertama rangkaian Mayors Talk tersebut menjadi ruang bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman sekaligus membahas berbagai tantangan perkotaan, khususnya perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan kota.
Dalam agenda tersebut, Abdul Harris Bobihoe hadir mewakili Wali Kota Bekasi. Ia didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Yudi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih.
Pemerintah Kota Bogor menjadi tuan rumah pelaksanaan Mayors Talk APEKSI 2026 yang berlangsung pada 27 hingga 30 September 2026. Forum tersebut mengusung tema Climate and Resilient Cities dan diikuti kepala daerah yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, forum tersebut penting untuk memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang tidak mengenal batas wilayah.
Menurutnya, penanganan sejumlah persoalan seperti banjir membutuhkan koordinasi dan keterpaduan program antarwilayah agar solusi yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Penanganan banjir ini tentunya harus dilakukan secara kolaborasi dan terintegrasi antar daerah, sehingga bisa menjadi solusi bersama,” ujar Abdul Harris.
Selain persoalan banjir, Abdul Harris juga menyoroti pencemaran air yang terjadi di wilayah Kota Bekasi. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan serius, solusi nyata, serta kepastian hukum.
Hal itu dinilai penting karena Kota Bekasi masih memiliki ketergantungan terhadap Kali Bekasi sebagai salah satu sumber air baku.
Ia berharap persoalan pencemaran air dapat menjadi perhatian bersama, termasuk melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Di bidang pengelolaan sampah, Pemkot Bekasi juga terus mendorong keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat rumah tangga. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Bekasi juga menjadi salah satu daerah yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat akar rumput. Masyarakat perlu terus didorong untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga,” katanya.
Abdul Harris juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penganggaran untuk memperkuat pengelolaan sampah hingga tingkat kecamatan.
Selain pengelolaan sampah, Pemkot Bekasi terus mendorong program pemulihan dan adaptasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim atau ProKlim.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai aksi lingkungan yang dilakukan sesuai kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Abdul Harris menilai pendekatan partisipatif dan kolaboratif menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan lingkungan di tingkat lokal.
Sementara itu, Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, koordinasi antarkepala daerah menjadi hal penting untuk menghadapi dinamika dan berbagai isu strategis perkotaan.
Menurutnya, fondasi sebuah kota tangguh tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga membutuhkan integritas dan kepemimpinan kepala daerah.
Puncak rangkaian Mayors Talk 2026 berlangsung di IPB International Convention Center (IICC) Bogor dengan menghadirkan sejumlah pemangku kebijakan nasional dan praktisi.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala BMKG, Menteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili, akademisi perguruan tinggi, serta praktisi pengelolaan sampah.
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan, Komwil III merupakan komisariat wilayah terbesar di APEKSI dengan menaungi 25 kota.
Menurutnya, Kota Bogor dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki berbagai inovasi dan pengalaman dalam pengelolaan sampah serta lingkungan perkotaan.
Melalui Mayors Talk 2026, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman dan membangun kolaborasi dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus mewujudkan kota yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap berbagai tantangan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....