“Dari Kresek Jadi Kriya, Pesan Lingkungan Bekasi di Kriyanusa”.
- 30 Sep 2026 08:13 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kriyanusa 2026, Wiwiek Hargono Kenalkan Wastra Bekasi
- Dekranasda Bekasi Bawa “Lotus in Kresek Bloom” ke Kriyanusa
- Wiwiek Hargono dan Pesona Wastra Bekasi di Kriyanusa 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, turut memperkenalkan kekayaan wastra dan kriya daerah dalam Pameran Kerajinan Nusantara atau Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung 26 hingga 30 September 2026 ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada Senin, 28 September 2026, Wiwiek Hargono tampil dalam fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian Kriyanusa 2026. Fashion show tersebut menampilkan karya busana dari para Ketua Dekranasda kabupaten dan kota se-Indonesia.
Sebanyak 92 penampil membawa keberagaman wastra dan kriya dari berbagai daerah melalui busana yang dikemas secara modern.
Wiwiek Hargono tampil mengenakan busana bernuansa biru dengan motif khas yang memberikan kesan elegan. Penampilannya sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra daerah kepada masyarakat melalui pendekatan fashion yang kreatif dan kekinian.
Kriyanusa 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk kerajinan. Berbagai kegiatan seperti fashion show, parade wastra, talk show, workshop, hingga pengalaman digital turut menjadi bagian dari agenda untuk memperluas apresiasi terhadap karya kriya Nusantara.
Tidak hanya melalui fashion show, Dekranasda Kota Bekasi juga membawa konsep “Lotus in Kresek Bloom” melalui booth yang menampilkan beragam karya kriya dan produk kreatif.
Konsep tersebut mengangkat pesan tentang transformasi, harapan, dan keindahan yang dapat lahir dari sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah.
Terinspirasi dari bunga teratai yang mampu tumbuh bersih dan anggun di atas air berlumpur, konsep tersebut diterapkan melalui pemanfaatan limbah kantong plastik atau kresek menjadi karya yang memiliki nilai estetika dan fungsi.
Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa material yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah melalui kreativitas menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.
Melalui konsep tersebut, booth Dekranasda Kota Bekasi tidak hanya menjadi ruang pamer produk. Di dalamnya juga terdapat pesan mengenai keberlanjutan, kepedulian lingkungan, inklusivitas, serta pengembangan potensi perajin dan pelaku UMKM.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain tas kulit batik dari Kina and Jade, jilbab dari Kalana Scarve, wastra ecoprint karya desainer Tiaanton, ecoprint dari Edit House, serta aksesori dari Dejireti.
Dekranasda Kota Bekasi juga menghadirkan Disabilitas Corner yang menampilkan berbagai karya kerajinan dari teman-teman Talenta Center.
Selain itu, pengunjung dapat melihat Batik Ciprat dari Sikat Palu yang merupakan karya teman-teman penyandang disabilitas binaan Kementerian Sosial.
Keberagaman karya tersebut semakin lengkap dengan kehadiran wastra batik karya desainer Indira Safa.
Keikutsertaan Dekranasda Kota Bekasi dalam Kriyanusa 2026 menjadi ruang promosi bagi perajin, pelaku UMKM, desainer, dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran produk-produk tersebut juga menunjukkan bagaimana kriya lokal dapat dikembangkan dengan memadukan nilai budaya, kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui semangat “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Dekranasda Kota Bekasi mendorong agar karya lokal tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi terus berkembang sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Kriyanusa 2026 turut dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama jajaran Dekranas serta perwakilan Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan membawa wastra, kriya berbasis lingkungan, serta karya inklusif, Kota Bekasi menunjukkan bahwa kreativitas lokal dapat menjadi bagian dari gerakan menuju industri kerajinan yang berkelanjutan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....