Harga Masker di Jakarta Melonjak Dua Kali Lipat Imbas Abu Vulkanik

  • 07 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Harga masker di sejumlah lokasi di Jakarta mulai mengalami kenaikan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik hingga ke wilayah DKI Jakarta.

Kondisi ini membuat warga mulai berburu masker, terutama untuk melindungi keluarga dan anak-anak saat beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang pembeli masker di Pasar Pagi Asemka, Evi mengatakan, dirinya membeli masker setelah mendapat informasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga Jakarta.

“Jadi kita antisipasi aja ya kan abu anak krakatau katanya kan sudah nyampe ke Jakarta. Jadi ya harus pakai masker. Apalagi untuk anak-anak yakan, pasti menjaga banget gitu,” kata Evi saat ditemui di Pasar Pagi Asemka Jakarta Barat, Senin, 7 September 2026.

Evi mengaku saat dirinya sedang memburu masker, dirinya mendapatkan harga masker yang cukup bervariasi. Bahkan, kata Evi, untuk masker isi 50, harganya kini mencapai Rp25 ribu, dari sebelumnya sekitar Rp10 ribu.

“Harganya beda-beda, tadi saya temui ada yang harganya Rp25 ribu padahal sebelumnya cuma Rp10 ribu. Tapi ya kita memaklumi sih karena kan permintaannya banyak,” ujarnya.

Senada, pembeli lainnya bernama Faizah mengatakan, dirinya juga mencari masker karena khawatir terhadap dampak abu vulkanik, khususnya bagi anak-anak.

“Jadi kita untuk antisipasi biar anak-anak tuh katanya suruh pada pakai masker semua kalau keluar. Jadi biar mengantisipasi biar tidak kena dampaknya gitu,” ujar Faizah.

Faizah menyebut harga masker yang biasanya dibelinya di kawasan Cipto Mangunkusumo sekitar Rp10 ribu per bungkus isi 50, kini mencapai Rp25 ribu.

Ia mengaku, hal itu membuat dirinya memilih mencari masker dengan harga lebih murah dan tidak membeli dalam jumlah berlebihan.

“Belinya juga enggak banyak sih, paling secukupnya aja gitu buat kebutuhan keluarga aja. Kalau banyak-banyak nanti dikiranya kita mau nimbun masker,” kata Faizah sambil tertawa.

Sementara itu, salah seorang pedagang masker, Imam mengatakan, peningkatan permintaan terjadi setelah kabar mengenai abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga Jakarta beredar di masyarakat.

"Ya untuk saat ini kan yang lagi dibutuhkan sama masyarakat itu kan masker. Jadi ya ada temen yang nyuruh saya untuk jual masker, jadi saya ngikut untuk bantuin jualan gitu,” kata Imam saat ditemui di lokasi, Senin.

Imam mengaku sebelumnya bekerja sebagai pengantar barang. Namun, setelah mendapat ajakan dari temannya untuk berjualan masker, ia memutuskan ikut membantu berjualan.

“Dari tadi lumayanlah agak ramai ya. Karena mungkin baru pertama ramai lagi, jadi baru pertama jualan juga,” ungkapnya.

Untuk harga, Imam menjual satu bungkus masker seharga Rp10 ribu. Ia mengakui harga masker saat ini berpotensi mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya lantaran persediaan di tingkat distributor mulai menipis.

"Kurang tahu juga sih (harga sebelumnya). Tapi untuk saat ini sih pasti ada kenaikan ya untuk harga maskernya ya. Soalnya banyak yang kosong juga kayak semacam Duckbill itu kosong semua," kata Imam.

Imam mengakui untuk hari pertamanya berjualan, pembeli yang datang ke lapaknya didominasi pembeli perorangan. Menurut Imam, umumnya mereka membeli antara satu hingga lima bungkus masker.

“Untuk saat ini sih baru per-perorangan doang sih. Ya paling 1, 2, sampai 5 (bungkus). Kecuali untuk yang dijual lagi paling ada yang beli 10, satu lusin, 20 gitu. Belum ada yang ngambil koli-kolian sih belum ada," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....