Jakarta Pusat Masih Jadi Tujuan Pencari Kerja dari Daerah
- 15 Sep 2026 14:23 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Jakarta Pusat masih menarik masyarakat dari luar daerah untuk mencari pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup karena dianggap memberikan peluang kerja dan penghasilan yang lebih baik.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadapi tantangan untuk terus memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Jakarta Pusat.
- Meskipun tren urbanisasi ke Jakarta mulai menurun, arus migrasi masyarakat dari daerah yang datang untuk mencari pekerjaan masih terus terjadi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Jakarta Pusat masih menjadi salah satu wilayah yang menarik masyarakat dari luar daerah untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, Jakarta memiliki daya tarik karena dianggap memberikan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Meski tren urbanisasi ke Jakarta mulai menurun, arus masyarakat dari daerah yang datang untuk mencari pekerjaan masih terjadi.
"Jakarta, apalagi Jakarta Pusat, tentunya masih menjadi madu untuk masyarakat di luar Jakarta untuk datang ke Jakarta," kata Arifin saat menghadiri Jakarta Pusat JobConnect 2026, Selasa 15 September 2026.
Menurut Arifin, masyarakat dari berbagai daerah masih melihat Jakarta sebagai tempat untuk berkompetisi mendapatkan pekerjaan. Ia menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan tersedianya lapangan kerja yang cukup bagi masyarakat.
"Kita tahu bersama walaupun trennya urbanisasi atau orang datang ke Jakarta terjadi penurunan, tetap saja orang-orang di daerah bergantung hidupnya ingin datang ke Jakarta," ujarnya.
Arifin menyebut penurunan urbanisasi juga tidak terlepas dari berbagai program pemerintah yang dikembangkan di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi di daerah sehingga masyarakat tidak harus datang ke Jakarta untuk mencari penghidupan.
"Walaupun kita tahu bersama bahwa pemerintah pusat juga mengintervensi dengan berbagai program kegiatan di daerah supaya orang dari daerah tidak semuanya harus datang ke Jakarta," katanya.
Di sisi lain, Arifin menyampaikan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta Pusat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berada di angka 6,09 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 6,24 persen atau turun sekitar 0,15 persen.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan tren penurunan tersebut. Salah satunya dengan mempertemukan pencari kerja secara langsung dengan perusahaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja.
"Mudah-mudahan penurunan ini juga bagian dari upaya komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan JobConnect yang mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan formasi lapangan pekerjaan," tutur Arifin.
Arifin mengapresiasi jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang terus menggelar berbagai program penempatan tenaga kerja. Menurutnya, kegiatan seperti JobConnect menjadi salah satu cara mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
"Kita sekali lagi menyampaikan utama terima kasih kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atas berbagai kegiatan dalam rangka penurunan pengangguran di Jakarta," ucapnya.
Dalam Jakarta Pusat JobConnect 2026, tersedia sekitar 3.000 lowongan pekerjaan yang dapat diakses para pencari kerja. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses kesempatan kerja sekaligus menjaga tren penurunan tingkat pengangguran di Jakarta Pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....