Indonesia Re Gelar Uji Emisi Terhadap 25 Kendaraan Operasional
- 29 Sep 2026 22:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menggelar uji emisi terhadap 25 kendaraan dinas yang digunakan untuk operasional perusahaan.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat emisi kendaraan yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sekaligus memastikan kendaraan memenuhi ambang batas emisi yang berlaku.
Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re Mardian Adhitya mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Langit Biru.
"Ini tahap awal dengan mengukur dulu di lingkungan perusahaan. Kami sukarela melakukan ini untuk bersama-sama mencapai Langit Biru. Ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung program pemerintah menuju netjero emission" ujar Mardian saat membuka kegiatan uji emisi di kantor Indonesia Re, Selasa, 29 September 2026.

Meski bergerak di sektor jasa keuangan, Indonesia Re tetap berupaya mengurangi dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan melalui berbagai program berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Selain kegiatan uji emisi, kata dia, perusahaan telah memasang panel surya di lingkungan kantor. Tidak hanya itu, upaya lainnya yakni memasang panel surya melalui program TJSL di sekolah yang berada di sekitar kantor perusahaan.
Mardian menjelaskan, perusahaan juga mulai mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan dengan menggunakan tumbler dalam kegiatan rapat, menerapkan sistem kerja tanpa kertas (paperless), serta mendorong karyawan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Karyawan Indonesia Re sekitar 60 persen menggunakan transportasi publik," katanya.

Upaya lainnya adalah kendaraan direksi antara lain telah didukung kendaraan listrik, sedangkan sebagian kendaraan kepala divisi menggunakan kendaraan hibrida.
Namun demikian, kendaraan operasional masih sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil, termasuk dua kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel.
Pengujian emisi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kendaraan sekaligus menentukan tindak lanjut apabila terdapat kendaraan yang menghasilkan emisi di atas ambang batas.
"Kami juga mohon saran dari tim teknisi, kira-kira apa yang harus kami lakukan seandainya tidak lulus tes, misalkan emisinya melewati batas ambang," ucap Mardian.
Hasil pengujian nantinya dapat menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam menentukan langkah perawatan atau perbaikan kendaraan agar emisinya dapat ditekan.
"Harapannya kita bersama-sama bisa mengurangi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan," ujar Mardian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....