Persimpangan Pesing Dipasang Beton, Warga: Hanya Memindahkan Titik Kemacetan

  • 15 Sep 2026 17:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah warga dan pengendara menilai pemasangan barrier beton di persimpangan kolong Flyover (FO) Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, belum menjadi solusi konkret untuk mengatasi kemacetan.

Menurut warga, kepadatan yang sebelumnya terjadi di persimpangan, kini malah bergeser ke lokasi putar balik di Jalan Tubagus Angke.

Berdasarkan pantauan RRI Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB, arus kendaraan di persimpangan kolong Fly Over Pesing terlihat relatif lancar dan tidak terjadi kepadatan.

Namun, saat RRI Jakarta melintas menuju arah Grogol, kepadatan kendaraan terlihat di Jalan Tubagus Angke.

Kondisi inipun dipicu karena banyaknya bus dan truk yang melakukan putar balik dari arah Cengkareng menuju Grogol.

“Keinginannya sih dipasang lampu merah. Jadi bisa nyebrang, kan orang sini pada ke pasar dekat situ. Kalau seperti ini jadi susah,” kata Risti, warga sekitar saat ditemui di lokasi, Selasa, 15 September 2026.

Ia pun tak menampik bahwa kondisi arus lalu lintas di persimpangan tersebut memang menjadi lebih lancar setelah dipasang beton.

Namun, kata dia, persoalan lalu lintas hanya berpindah ke Jalan Tubagus Angke, terutama pada titik kendaraan melakukan putar balik.

Risti juga mengungkapkan, pembatas tersebut menyulitkan pedagang yang biasa menyeberang menggunakan gerobak karena harus memutar lebih jauh untuk mencapai lokasi tujuan.

“Kalau lampu merah itu enak, mau nyebrang juga gampang. Pedagang juga kasihan, harus muter jauh. Tadi ada yang mengeluh, seperti tukang dawet dan tukang es,” katanya.

Menurut Risti, persimpangan tersebut sebelumnya pernah menggunakan lampu merah. Ia tidak mengetahui secara pasti alasan lampu lalu lintas tersebut kemudian tidak lagi digunakan.

“Awalnya kan lampu merah, terus enggak tahu, semenjak ada Polres itu jadi mungkin diambil lampu merahnya. Enggak tahu kenapa,” ujarnya.

Sementara itu, pengendara motor, Alvin, menilai pemasangan barrier beton memiliki manfaat karena dapat mencegah keberadaan Pak Ogah yang biasa mengatur kendaraan secara tidak resmi di persimpangan.

“Kalau untuk mencegah Pak Ogah memang bagus, jadi lebih tertib. Tapi menurut saya kurang efektif, karena kendaraan yang enggak bisa putar balik di sini akhirnya numpuknya di Tubagus Angke, jadi macetnya pindah ke sana,” ujar Alvin.

Diberitakan sebelumnya, Petugas gabungan tiga pilar memasang barrier beton di ruas jalan kawasan lampu merah (TL) Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 14 September 2026.

Kanit Lantas Polsek Grogol Petamburan, AKP Arif Rahman Hakim mengatakan, kendaraan dari arah Green Garden dan Cengkareng yang hendak menuju Grogol kini dialihkan melalui Jalan Tubagus Angke.

“Untuk kegiatan hari ini kita gabung sama Tiga Pilar menutup jalur yang di Pesing, untuk rekayasa lalin supaya yang dari Green Garden, TL Green Garden bisa lancar,” kata Arif kepada wartawan di lokasi, Senin.

Menurut Arif, penutupan jalur juga dilakukan karena ruas tersebut sebelumnya kerap dikuasai sejumlah orang yang dikenal sebagai ‘Pak Ogah’.

Pasalnya, mereka kerap mengatur lalu lintas secara informal dan beberapa kali membuka pembatas jalan yang telah dipasang petugas.

“Jalan ini kita tutup dengan barrier beton, karena kalau kita tutup pakai barrier plastik, biasanya sama Pak Ogah itu dibuka. Kita antisipasi Pak Ogah supaya tidak membuka, pakai barrier beton,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....