Pemprov DKI Targetkan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung pada 2027
- 14 Sep 2026 14:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027. Proyek yang telah direncanakan sejak era Gubernur Fauzi Bowo tersebut kini memasuki tahap percepatan pembebasan lahan yang telah mencapai sekitar 70 persen.
Pramono mengatakan, proyek jalan tembus tersebut telah dikaji sejak 2013–2014, tetapi sempat tertunda karena proses pembebasan lahan berjalan bertahap dan terdampak pandemi Covid-19. Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lokasi proyek di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Senin, 14 September 2026.
“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan. Saya berharap seluruh proses pengadaan tanah dapat dituntaskan pada 2026 sehingga pembangunan fisik bisa langsung dilaksanakan pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Menurut Pramono, jalan baru tersebut akan memiliki lebar 18 hingga 23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas Badan Intelijen Negara (BIN). Kehadiran ruas tersebut diharapkan memperlancar konektivitas sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
“Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167 Tahun 2025, proyek tersebut membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi,” kata Pramono.
Hingga kini, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, terdiri atas 59 bidang pada 2025 dan enam bidang pada 2026. Ditambah delapan bidang yang sedang menjalani proses alih status aset, lahan yang telah tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari total kebutuhan.
Pramono menjelaskan masih terdapat 45 bidang milik warga yang sedang dalam proses penyelesaian. Dari jumlah itu, 26 bidang berada pada tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sedangkan 18 bidang lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan proyek tersebut juga akan menghapus perlintasan sebidang di Simpang Volvo yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.
“Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” ujar Heru.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Lutfi Zakaria menyebut sebagian besar bidang tanah yang belum selesai tinggal menunggu kelengkapan dokumen dari warga.
Ia mengimbau masyarakat segera menyerahkan berkas administrasi agar proses pengadaan tanah dapat dipercepat. BPN menargetkan penyelesaian administrasi dapat dituntaskan pada akhir November atau awal Desember 2026 sehingga target pembangunan pada 2027 dapat terealisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....