Pramono Anung Dorong Pengurus OSIS dan MPK Berani Kembangkan Gaya Kepemimpinan
- 30 Sep 2026 19:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) memahami bahwa kepemimpinan tidak memiliki satu pola yang sama. Setiap pemimpin dapat mengembangkan gaya kepemimpinan sesuai karakter, kondisi organisasi, dan tanggung jawab yang diemban.
Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta itu diikuti pengurus OSIS dan MPK dari tujuh SMA/SMK di Jakarta, yakni SMAN 1 Jakarta, SMAN 27 Jakarta, SMAN 10 Jakarta, SMKN 23 Jakarta, SMA Pelita 4 Jakarta, SMK Strada Jakarta, dan SMK YPK Kesatuan Jakarta.
“Kepemimpinan itu ada pada setiap level, pada setiap golongan, pada setiap kelompok. Dan seseorang untuk memimpin itu bisa berbeda-beda. Dari dua ketua OSIS ini saja saya yakin cara memimpinnya berbeda,” ujar Pramono, saat menerima peserta Kegiatan Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi Angkatan I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Menurut dia, ada pemimpin yang menerapkan disiplin secara kuat, ada yang mengedepankan keterbukaan, sementara lainnya memilih pendekatan yang lebih terstruktur dan teknokratis. “Ada yang sangat disiplin, gaya kepemimpinannya terbuka, tetapi ada yang lebih terstruktur dan teknokratik. Ini pilihan dalam memimpin,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono juga membagikan pengalaman kepemimpinannya sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Ia mendorong para siswa memiliki cita-cita dan memperjuangkannya secara konsisten.
Pramono menyebut dirinya pernah menjadi ketua OSIS saat SMP dan SMA, sebelum melanjutkan pengalaman organisasinya ketika berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Ketua Dewan Mahasiswa.
“Dalam hidup itu harus ada sesuatu yang diinginkan, dimimpikan, diharapkan, diperjuangkan, dan harus bisa diraih. Yang paling penting adalah jangan pernah kehilangan konsentrasi untuk bisa meraih mimpi kamu,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga cita-cita sebagai bagian dari proses kehidupan. “Mimpi itu harus ada dan ditempelkan di pikiran kita, dalam napas kita, dalam hidup kita,” kata Pramono.
Pramono juga menyampaikan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjalankan kepemimpinan. Ia mengatakan, pemimpin perlu melanjutkan berbagai hal baik yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya.
“Saya tidak muluk-muluk, melakukan sesuatu yang harus bisa dijalankan, dan saya mengatakan bahwa saya akan melanjutkan hal-hal baik dari gubernur-gubernur sebelumnya,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan perkembangan Jakarta selama masa kepemimpinannya. “Dalam era kepemimpinan saya selama hampir dua tahun ini, indeks kota global Jakarta naik dari 74 ke 71. Berdasarkan survei Oxford University, dari seribu kota dunia, Jakarta berada di peringkat 140,” jelasnya.
Pramono mengatakan kultur kepemimpinan yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengedepankan pendekatan humanis, teknokratis, dan disiplin. Ia juga menyampaikan rencana program beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak Jakarta melalui lembaga yang disebutnya sebagai LPDP Jakarta.
“Tahun depan Jakarta akan punya LPDP sendiri yang dikelola oleh Jakarta. Anak-anak dari keluarga yang kurang mampu punya kesempatan untuk sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta,” ujarnya.
Pramono meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan diri dan mengejar cita-cita. “Gunakan momentum ini sebaik-baiknya, wujudkan mimpi kalian, dan buat orang tua serta keluarga bangga,” ujarnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta Abdul Chalid mengatakan, kegiatan Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan kepemimpinan kepala daerah.
“Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi merupakan program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov DKI Jakarta yang berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2010,” kata Abdul.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal langsung penyelenggaraan pemerintahan, praktik kepemimpinan kepala daerah, sekaligus berinteraksi dengan Gubernur DKI Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....