Bandara Soetta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Beroperasi usai Erupsi GAK

  • 11 Sep 2026 23:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan layanan penerbangan di tiga bandara, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, dalam keterangannya yang diterima di Tangerang, Selasa, mengatakan bahwa operasional ketiga bandara tersebut kembali dibuka berdasarkan Notice to Air Missions (Notam) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Status resumed operations mulai diberlakukan pada pukul 00.30 WIB.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap,” kata Arie sebagaimana yang dikutip dari Antara

Arie menjelaskan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai beroperasi kembali pada Selasa, 8 September 2026 pukul 00.30 WIB. Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma kembali beroperasi pada pukul 00.40 WIB, disusul Bandara Husein Sastranegara pada pukul 00.42 WIB. Ketiganya berstatus resumed operations.

Sebelum penerbangan kembali dilayani, pihak bandara telah melakukan sejumlah prosedur keselamatan. Salah satunya adalah pembersihan abu vulkanik pada seluruh area sisi udara (air side), termasuk apron, taxiway, dan runway.

“Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” ujarnya.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pemulihan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas. Salah satu langkah yang diterapkan adalah Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan selama masa awal pemulihan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap,” kata Heru.

Menurut Heru, pengaturan penerbangan tersebut disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan. Hal ini mencakup upaya mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta telah berkoordinasi dengan berbagai operator transportasi publik. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan tersedianya armada yang dapat menunjang mobilitas penumpang menuju maupun dari bandara.

Heru juga mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali informasi penerbangan sebelum berangkat, mengingat adanya kemungkinan perubahan jadwal akibat proses pemulihan operasional.

“Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan,” ucap Heru.

Dengan kembali dibukanya ketiga bandara tersebut, operasional penerbangan diharapkan dapat berangsur normal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi aktivitas vulkanik.

Salsabila Saskia Ayungga (Mahasiswa Universitas Gunadarma)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....