BNN Temukan 10 WNI Positif Narkotika di Bandara Soetta, Diduga Ada Caketum Hipmi
- 10 Jun 2026 18:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memeriksa 14 warga negara Indonesia (WNI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai pulang dari Bangkok, Thailand.
Dari 14 WNI yang menjalani pemeriksaan, 10 orang dinyatakan positif mengandung narkotika dan/atau zat adiktif berdasarkan hasil tes urine awal.
Operasi yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 malam itu, merupakan bagian dari Operasi Sekuens “Sapu Bersih Narkotika” yang melibatkan BNN, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polres Bandara Soekarno-Hatta.
Informasi yang beredar menyebutkan sebagian penumpang yang diperiksa diduga merupakan anggota dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang baru kembali dari Thailand.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menemukan 10 orang yang hasil tes urinenya menunjukkan kandungan zat narkotika maupun zat adiktif.
“Mereka masing-masing berinisial MM, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA,” kata Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, Rabu, 10 Juni 2026.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium awal, zat yang terdeteksi antara lain metamfetamina, amfetamina, THC, hingga kokain.
Mereka pun diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) BNN RI di Cawang serta melakukan wajib lapor secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan diketahui telah dipulangkan setelah menyetujui program rehabilitasi yang ditetapkan oleh BNN.
Suyudi menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam memperketat pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang dari luar negeri guna mencegah peredaran narkotika.
“Menyelamatkan generasi Indonesia dari narkotika adalah hal yang mulia dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” ujar Suyudi.
BNN memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan Imigrasi, Bea Cukai, dan Kepolisian dalam melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk negara, termasuk melalui operasi terpadu yang menyasar jalur kedatangan internasional yang dinilai berisiko terhadap penyelundupan narkotika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....