Pemprov DKI Perpanjang PJJ hingga 8 September 2026
- 07 Sep 2026 19:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan hingga Selasa, 8 September 2026, meski kondisi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menurun. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi karena sebaran abu masih ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perpanjangan PJJ diputuskan setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Menurutnya, kualitas udara menunjukkan perbaikan, tetapi pemerintah masih memerlukan waktu tambahan untuk memastikan keamanan peserta didik.
“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, 7 September 2026.
PJJ berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Kebijakan tersebut akan ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Di sisi lain, Pemprov DKI terus mempercepat penanganan abu vulkanik dengan mengerahkan 94 tangki penyemprot water mist dan lebih dari 200 personel dari berbagai instansi, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah lainnya.
Pramono menyebut penyemprotan water mist akan terus dilakukan hingga Selasa. Pemprov juga meminta gedung-gedung yang memiliki fasilitas serupa untuk ikut mengoperasikannya, sembari melanjutkan pembagian masker kepada masyarakat.
Pemprov memastikan belum ada perubahan kebijakan terkait pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Pegawai pemerintah tetap bekerja seperti biasa dengan tetap dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas.
Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Pemprov DKI menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait. OMC akan dilakukan apabila kondisi awan memungkinkan.
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada Senin, 7 September 2026 setelah pelaksanaan water mist, parameter PM10 dipantau di Ancol, Pondok Rangon, Tebet, Lebak Bulus, Kebon Jeruk, dan Pesakih. Sementara PM2,5 dipantau di Kebon Jeruk, Bundaran HI, dan Lubang Buaya.
“Parameter sulfur dioksida (SO₂) di seluruh wilayah Jakarta berada jauh di bawah baku mutu sehingga kondisinya dinilai aman,” ujarnya.
Pemprov DKI mulai memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu, 6 September 2026. Berdasarkan data resmi, gunung tersebut telah mengalami erupsi sejak Jumat malam, 4 September 2026, dan hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Sementara itu, citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu pada lapisan hingga 15.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu. Pada lapisan hingga 50.000 kaki, abu terpantau bergerak lebih jauh ke Samudra Hindia dan semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....