Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Utara Terapkan PJJ
- 07 Sep 2026 07:58 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Aktivitas belajar anak-anak sekolah di Jakarta tetap berjalan meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin 7 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga wilayah DKI Jakarta.
Bagi anak-anak sekolah, perubahan suasana belajar dari ruang kelas ke rumah justru menghadirkan pengalaman berbeda. Mereka tetap mengikuti pembelajaran, namun kali ini tanpa harus keluar rumah dan berhadapan langsung dengan kondisi udara yang dikhawatirkan kurang baik.
Di Jakarta Utara, PJJ membuat anak-anak dapat mengikuti pelajaran dari lingkungan rumah yang lebih nyaman. Dengan pendampingan orang tua, kegiatan belajar tetap dilakukan sesuai arahan sekolah.
Meski tidak bertatap muka langsung dengan guru dan teman-teman di sekolah, proses pendidikan tidak berhenti. Anak-anak tetap menerima materi pelajaran dan menjalankan tugas dari rumah.
Fadhli salah satu siswa dari SMPN 84 Jakarta Utara tetap bersemangat mengikuti PJJ dengan pantauan guru dan orang tua di rumah.
"Kalo ini yang terbaik, yah tetap belajar marskipun di rumah, " ujar Fadhli kepada RRI Jakarta. Senin 6 September 2026.
Menurut Fadhli kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk berangkat ke sekolah mengingat hampir seluruh wilayah di Jakarta terdampak debu vulkanik.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menegaskan, penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah,” ujarnya di Jakarta, Minggu (6/9).
Kebijakan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi orang tua untuk lebih dekat mendampingi aktivitas belajar anak. Di tengah situasi udara yang perlu diwaspadai, keluarga dapat memastikan anak tetap beraktivitas di dalam rumah sekaligus memperoleh informasi pembelajaran dari sumber resmi.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan baik. Pendampingan dan pemantauan dilakukan, termasuk menyiapkan alternatif apabila terdapat kendala selama pembelajaran.
Suasana belajar dari rumah pun tidak harus selalu terasa kaku. Anak-anak masih dapat menikmati waktu bersama keluarga di sela-sela menyelesaikan tugas sekolah. Ruang keluarga, kamar, atau sudut rumah lainnya bisa berubah menjadi tempat belajar sementara.
Bagi para orang tua, kondisi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan anak tetap menjadi prioritas. Mereka diimbau mendampingi anak selama belajar dari rumah serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Pemprov DKI Jakarta juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan kondisi udara dan sebaran abu vulkanik terus dipantau, sementara kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi.
Untuk sementara, bagi anak-anak sekolah di Jakarta Utara, ruang kelas mungkin berganti menjadi ruang di rumah. Namun semangat untuk belajar tetap sama sekolah boleh berpindah tempat, tetapi proses belajar tidak berhenti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....