Mitigasi Abu Vulkanik, DPRD Kenneth Bagikan 100 Dus Masker Gratis di Latumenten

  • 09 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, membagikan 100 dus masker gratis kepada masyarakat di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu, 9 September 2026.

Hal ini dilakukan menyusul paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta.

Bersama jajaran Kecamatan Grogol Petamburan, Hardiyanto Kenneth atau yang akrab disapa Bang Kent membagikan masker kepada pejalan kaki dan pengendara yang melintas di sekitar Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.

“Kami melihat adanya paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya menghilang. Jadi sebagai langkah antisipasi, saya melakukan kegiatan pembagian masker gratis,” ujar Kent, Rabu.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar jajaran kecamatan dan kelurahan turut membagikan masker kepada masyarakat.

Selain untuk menjaga kesehatan, pembagian masker dilakukan menyusul adanya informasi mengenai kenaikan harga masker sejak abu vulkanik mulai menyebar di Jakarta pada Minggu (6/9/2026).

“Saya siapkan 100 dus masker pada hari ini. Kami bagikan semua sampai habis kepada semua pengendara dan pejalan kaki yang melintas,” tuturnya.

Kent mengimbau pedagang masker tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan pelindung diri.

“Saya juga berpesan kepada penjual masker untuk tak menaikkan harga semaunya. Harus disesuaikan dengan batas margin yang wajar sesuai arahan Pak Gubernur,” katanya.

Ia memastikan pembagian masker gratis akan dilakukan secara berkala. Jika sebaran abu vulkanik kembali berdampak terhadap Jakarta, kegiatan serupa akan diperluas dengan menambah sejumlah titik pembagian.

Kent juga meminta masyarakat tidak khawatir apabila kesulitan mendapatkan masker akibat keterbatasan stok maupun kenaikan harga.

“Bagi masyarakat DKI Jakarta yang sulit untuk mendapatkan masker atau merasa harganya terlalu mahal, silakan kontak saya melalui media sosial saya. Jangan malu dan jangan ragu, kami sebagai wakil rakyat dan pemerintah wajib memperhatikan kesehatan warga. Akan saya bagikan secara cuma-cuma,” tandasnya.

Sementara itu, sejumlah pengendara dan pejalan kaki yang menerima masker mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut.

Salah satunya Geni, warga Kalideres yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek. Ia mengatakan kenaikan harga masker membuat dirinya kesulitan membeli perlengkapan pelindung.

“Harga masker naik semenjak ada abu vulkanik kemarin. Uang saya pas-pasan untuk membeli masker. Alhamdulillah dapat masker gratis, setidaknya saya bisa aman dari debu saat ngojek di jalan,” ucap Geni.

Hal serupa disampaikan Annis, warga Jelambar. Ia mengaku harga masker di pasaran saat ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

“Harga masker naik dua kali lipat, pastinya senang dapat masker gratis. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut,” kata Annis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....