Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Jakbar Dirikan 9 Posko Kesehatan

  • 08 Sep 2026 22:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat mendirikan 9 posko kesehatan guna mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat di wilayah Jakarta Barat.

Langkah tersebut dilakukan bersama unsur Tiga Pilar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan awal sekaligus menjaga kesehatan masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

Satu posko kesehatan disiagakan di Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Metro Jakarta Barat. Sementara delapan posko lainnya ditempatkan di sejumlah titik strategis dan fasilitas publik.

Delapan lokasi tersebut yakni Posko Kesehatan Terminal Grogol, Stasiun Kalideres, Stasiun Duri, Traffic Light (TL) Slipi, TL Cengkareng, Posko Kesehatan Kecamatan Taman Sari, Stasiun Taman Kota, serta Posko Kesehatan Jalan Raya Kebon Jeruk RW 01, Kelurahan Kebon Jeruk.

Kasi Dokkes Polres Metro Jakarta Barat, AKP Ns Agus Waluyo, mengatakan posko kesehatan disiapkan untuk memberikan akses pelayanan medis secara cepat bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Kami menyiapkan personel dan sarana kesehatan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila ada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Agustus 2026.

Masyarakat yang mulai merasakan keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan atau iritasi, diimbau tidak ragu mendatangi posko kesehatan terdekat.

Selain mendirikan posko kesehatan, Polres Metro Jakarta Barat juga melakukan penyiraman sejumlah jalan protokol menggunakan kendaraan Tactical Armoured Water Cannon (AWC).

Meski kondisi debu jalanan mulai menipis, penyiraman tetap dilakukan pada Selasa (8/9/2026) malam sebagai langkah antisipasi agar debu dan abu vulkanik yang masih berada di permukaan jalan tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin.

Dengan menggunakan kendaraan AWC, personel menyusuri sejumlah ruas jalan protokol. Rute dimulai dari Mako Polres Metro Jakarta Barat menuju Jalan Daan Mogot, Jalan Taman S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan L. Slipi, kembali ke Jalan Tomang Raya, Jalan Palmerah Utara, hingga kembali ke Mako Polres Metro Jakarta Barat.

Penyiraman dilakukan dengan menyemprotkan air ke permukaan jalan yang berpotensi terdapat endapan debu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, mengatakan penyiraman jalan merupakan langkah preventif kepolisian untuk membantu mengurangi dampak sebaran debu dan abu vulkanik di tengah aktivitas masyarakat.

“Langkah ini kami lakukan untuk membantu mengurangi debu maupun abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan dan kesehatan masyarakat di sekitar,” ujar Nasriadi.

Nasriadi juga mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah agar tetap waspada dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan.

“Bagi masyarakat yang hendak keluar beraktivitas, kami mengimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....