PJJ Jakarta Dimulai, Sekolah Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

  • 07 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • PJJ Jakarta mulai diterapkan Senin, 7 September 2026, untuk sekolah negeri dan swasta sebagai langkah mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Sebanyak 640 siswa SD Negeri Cipayung 04 Pagi tetap mengikuti pembelajaran secara daring, sementara di Jakarta Utara, Fadhli, siswa SMP Negeri 84 Jakarta Utara, memilih tetap belajar dari rumah karena kondisi udara terdampak abu vulkanik.
  • PJJ menjadi langkah perlindungan kesehatan siswa selama sebaran abu vulkanik masih dipantau. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan perlindungan yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di Jakarta mulai diterapkan hari ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga wilayah Jakarta. Pemprov DKI Jakarta bilang, PJJ diberlakukan bagi seluruh sekolah negeri dan swasta dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat.

"Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana melalui siaran pers yang dipublikasikan oleh Website resmi Pemprov DKI Jakarta pada Minggu, 6 September 2026.

Menurut laporan beritajakarta.id, pelaksanaan PJJ Jakarta terlihat antara lain di SD Negeri Cipayung 04 Pagi, Jakarta Timur, yang memiliki 640 peserta didik dan 27 guru. Kepala sekolah Nuryati mengatakan kegiatan belajar mengajar pada Senin berjalan lancar, dengan guru melakukan absensi melalui Zoom sebelum peserta didik mengikuti pembelajaran menggunakan Google Meet.

“Sebelum pembelajaran dimulai, guru membuat tautan Zoom untuk keperluan absensi peserta didik. Setelah mengisi absensi, para murid mengikuti kegiatan pembelajaran melalui Google Meet,"” ujar Nuryati, Senin, 7 September 2026. Selain menyampaikan materi pelajaran, guru juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi adanya abu vulkanik.

Di Jakarta Utara, kontributor RRI Jakarta Syamsudin Ilyas dalam reportasenya menyebukan salah satu pelajar yang berlajar dari rumah adalah Fadhli. Siswa SMP Negeri 84 Jakarta Utara itu tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah setelah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Fadhli mengatakan pembelajaran dari rumah menjadi pilihan yang dapat dijalani selama kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah. “Kalau ini yang terbaik, ya tetap belajar meskipun di rumah,” ujar Fadhli kepada RRI Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Seperti juga di wilayah lain di Jakarta, kebijakan pembelajaran dari rumah di Jakarta Utara diterapkan setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut hasil analisis citra satelit menunjukkan dua klaster sebaran abu vulkanik yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Dari sisi kesehatan, praktisi kesehatan dr. Ngabila Salama mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama paparan abu vulkanik masih terjadi. Ia menyarankan penggunaan masker dengan kemampuan filtrasi partikulat tinggi seperti N95, KN95, atau KF94 apabila masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.

“Kalau kita bicara mencegah sakit, biang keroknya adalah abunya. Berarti yang perlu kita lakukan adalah menghindari paparan,” kata Ngabila dalam wawancara dengan radio 91,2FM Pro 1 RRI Jakarta, Senin, 7 September 2026. Ia juga mengingatkan masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk, iritasi mata atau kulit, maupun gangguan kesehatan lain yang memburuk.

Ngabila juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker secara tepat dengan menutup hidung, mulut, hingga dagu. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan perlindungan tambahan seperti kacamata dan pakaian tertutup, kemudian segera mandi serta mengganti pakaian setelah kembali ke rumah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kebijakan pembelajaran akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi. Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III atau Siaga setelah episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam dan berakhir pada Minggu, 6 September 2026.

"Mungkin kondisi-kondisi WFH, PJJ ini bisa diberhentikan dalam 3 sampai 5 hari jika abunya sudah mereda. Makanya kita lihat dulu nih kondisi abunya gimana gitu. Karena kan permasalahan kesehatan bisa muncul tidak hanya saat akut hitungan jam, hari, maksimal 14 hari, tapi juga bisa kronis atau kita baru merasakannya setelah 14 hari sesudah paparan, seperti itu," kata Ngabila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....