Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ

  • 06 Sep 2026 18:04 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan sejak Senin, 7 September 2026.
  • Kebijakan ini diambil sebagai antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah DKI Jakarta.
  • Keputusan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dari dampak abu vulkanik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026, untuk seluruh satuan pendidikan di Jakarta. Keputusan tersebut dilakukan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah DKI Jakarta.

“Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Nahdiana mengatakan penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujarnya.

Menurut Nahdiana, untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan dengan baik, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan dan melakukan pendampingan, pemantauan pelaksanaan proses pembelajaran serta memberikan alternatif apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” kata Nahdiana.

Dinas Pendidikan juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dan memantau perkembangan kondisi udara serta informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik. Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga diimbau mengikuti arahan pemerintah serta menjaga kesehatan keluarga selama kondisi ini berlangsung,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....