Sudin Kesehatan Jakpus Siagakan Faskes Hadapi Abu Vulkanik
- 07 Sep 2026 11:55 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat telah memulai pengecekan kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik.
- Pengecekan mencakup ketersediaan tempat tidur tambahan, obat-obatan, dan sarana pendukung pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan wilayah.
- Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dr. Ilmi Tri Indiarto menekankan pentingnya inventarisasi kondisi fasilitas kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit untuk memastikan kesiapsiagaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mulai memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik. Pengecekan dilakukan mulai dari ketersediaan tempat tidur tambahan, obat-obatan, hingga sarana pendukung pelayanan kesehatan.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dr. Ilmi Tri Indiarto mengatakan kesiapsiagaan dilakukan dengan menginventarisasi kondisi fasilitas kesehatan di wilayahnya. Langkah tersebut mencakup puskesmas hingga rumah sakit yang berpotensi menerima pasien akibat dampak abu vulkanik.
“Yang kita siapkan itu kesiapan faskes, sarana pendukung, termasuk obat-obatan dan extra bed,” kata Ilmi.
Menurut Ilmi, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat tetap dilakukan secara terintegrasi bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Berdasarkan pemantauan sementara, belum terlihat adanya peningkatan kasus kesehatan yang signifikan di Jakarta Pusat.
Selain fasilitas kesehatan, kesiapan ambulans gawat darurat juga menjadi bagian dari langkah antisipasi. Koordinasi dilakukan dengan Unit Pengelola Teknis Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (UPT PK3D) untuk memastikan armada siap digunakan apabila dibutuhkan.
Ilmi menuturkan perlindungan bagi tenaga kesehatan juga menjadi perhatian dalam menghadapi potensi paparan abu vulkanik. Ketersediaan masker medis dipastikan untuk mendukung keamanan tenaga kesehatan selama memberikan pelayanan.
“Yang kita pantau ada enam penyakit, yaitu ISPA, asma, konjungtivitis, dermatitis, PPOK, dan gangguan paru-paru lainnya,” ujar Ilmi.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....