Safari Gemarikan di SDN 13 Dorong Anak Gemar Makan Ikan
- 05 Sep 2026 21:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat menggelar Safari Kampanye Gemarikan 2026 yang menargetkan siswa-siswi sekolah dasar di SDN 13 Tanah Abang pada Jumat 4 September 2026.
- Gemarikan berfungsi sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ikan sebagai sumber protein dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
- Kampanye ini dirancang untuk membentuk kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini melalui pendekatan edukasi pada anak-anak sekolah dasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat kembali menggelar Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026. Kegiatan yang menyasar anak-anak sekolah dasar tersebut berlangsung di SDN 13, Jalan Karet Pasar Baru Barat, Kecamatan Tanah Abang, Jumat 4 September 2026.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat Siti Halimah mengatakan, Gemarikan menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai sumber protein dan pemenuhan gizi keluarga. Kampanye ini juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini.
“Tujuan dari kegiatan Gemarikan adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat melalui kampanye tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga dengan ikan sebagai sumber protein. Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu pemicu perubahan pola konsumsi di masyarakat,” ujar Siti.
Safari Gemarikan di Jakarta Pusat ditargetkan menjangkau sekitar 600 siswa sekolah dasar dan kelompok balita. Kegiatan di SDN 13 Karet Tengsin ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan sebelumnya di SDN Cempaka Putih Barat 07.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat paket makanan berbahan ikan, di antaranya ikan bandeng, bakso ikan, dan berbagai olahan lainnya. Mereka juga diajak makan ikan bersama untuk mengenalkan pilihan menu berbahan ikan dengan penyajian yang lebih beragam.
Siti menjelaskan, edukasi Gemarikan tidak hanya mengenalkan ikan melalui menu yang digoreng atau dibakar. Anak-anak juga diperkenalkan dengan inovasi makanan seperti bakso, nugget hingga Fish Finger berbahan ikan patin yang dibalut tepung roti.
“Melalui kegiatan ini kami juga memberikan edukasi bahwa ikan bukan hanya bisa dimasak dengan cara digoreng atau dibakar, tetapi juga dapat diolah menjadi bakso, nugget dan berbagai olahan lainnya. Dengan begitu, anak-anak yang sebelumnya kurang menyukai ikan diharapkan dapat mulai menyukai ikan karena bentuk dan penyajiannya lebih menarik,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi pemenuhan gizi bagi anak. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi perlu dibangun sejak usia sekolah untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan konsumsi ikan adalah tanggung jawab kita semua. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan memotivasi kita semua untuk lebih sadar terhadap pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi demi generasi penerus bangsa,” katanya.
Suprayogie juga mengajak para siswa yang belum menyukai ikan untuk mulai membiasakan diri mengonsumsinya. Ia menilai kandungan gizi dalam ikan dapat mendukung pertumbuhan anak sekaligus menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Yang belum suka ikan, ke depannya diharapkan menjadi suka ikan. Yang sudah suka ikan, teruskan makan ikannya, karena ikan memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk membentuk anak-anak menjadi sehat dan tangguh,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....