Pramono Anung: Jakarta Barat dan Timur, Tertinggi Kasus Kebakaran

  • 02 Sep 2026 17:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan jumlah kasus kebakaran tertinggi di Ibu Kota sepanjang Juli hingga Agustus 2026 terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Dari total 457 kejadian dua wilayah tersebut menjadi daerah paling rawan, dengan Kecamatan Tambora dan Cakung sebagai titik yang paling sering mengalami kebakaran.

Pramono Anung mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekitar 240 kebakaran terjadi pada Agustus, sementara sisanya tercatat pada Juli.

“Yang paling banyak di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Timur. Memang dua wilayah ini potensinya paling tinggi, yakni Tambora di Jakarta Barat dan Cakung di Jakarta Timur,” kata Pramono di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.

Pramono menjelaskan, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Jakarta. Selain itu, pembakaran sampah dan kelalaian, seperti membuang puntung rokok sembarangan, juga menjadi faktor yang memicu sejumlah peristiwa kebakaran.

Ia menilai risiko kebakaran meningkat pada musim kemarau ketika cuaca menjadi lebih panas dan kering, terutama di kawasan permukiman yang padat penduduk. “Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta setiap rukun warga (RW) memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Menurut Pramono, keberadaan APAR di tingkat lingkungan diharapkan dapat membantu penanganan awal sehingga api tidak cepat membesar sebelum petugas tiba di lokasi.

“Program ini sudah berjalan, dan saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya,” kata Pramono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....