BI dan Pemprov DKI Cetak 500 Calon Pemimpin Melalui JYLC 2026
- 01 Sep 2026 22:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Youth Leadership Camp (JYLC) 2026 pada 4–5 September di Putri Duyung Ancol, Jakarta. Kegiatan tersebut sebagai upaya menyiapkan 500 generasi muda menjadi calon pemimpin yang mampu mendorong inovasi dan pembangunan ibu kota menuju kota global.
Program tersebut menghadirkan peserta dari berbagai komunitas kepemudaan, mulai dari Generasi Baru Indonesia (GenBI), duta Cinta, Bangga, Paham Rupiah, finalis Jakarta Youth Film Festival, komunitas kewirausahaan mahasiswa, Duta Antihoaks, hingga perwakilan komunitas mitra Pemprov DKI Jakarta serta GenBI Jawa Barat dan Banten.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan JYLC dirancang sebagai langkah awal untuk mempersiapkan generasi muda menjadi future leaders yang akan menentukan arah pembangunan Jakarta di masa depan. Menurutnya, generasi muda perlu didorong terlibat dalam aktivitas produktif, terutama di sektor ekonomi kreatif yang bertumpu pada ide, inovasi, dan talenta.
“Keberhasilan JYLC tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari jejaring, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan peserta setelah kembali ke komunitas masing-masing,” ujar Iwan, di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Iwan menjelaskan, JYLC 2026 menjadi ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi lintas komunitas dengan fokus pada penguatan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Program ini diharapkan membekali peserta agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, wirausahawan, dan pencipta lapangan kerja.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi, di antaranya Leadership Insights, edukasi kebanksentralan, inovasi layanan BUMD, literasi antihoaks dan fact-checking, Creative Economy for Public Impact, Personal and Collaborative Leadership, Outdoor Leadership Challenge, serta Youth Action Project Lab.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat tiga aspek utama, yakni meningkatkan pemahaman peserta terhadap tantangan Jakarta, membangun kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi dalam keberagaman, serta mendorong kemampuan mengubah gagasan menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi berharap para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran selama dua hari, tetapi mampu menjadi kader dan agen perubahan yang melanjutkan berbagai program produktif di komunitas masing-masing.
“Dari 500 orang, kita harapkan selama setahun ke depan mereka punya banyak program lanjutan, tidak hanya dua hari pertemuan,” ujarnya.
Marulina menambahkan, selain pengembangan kepemimpinan, Marulina menyebut JYLC juga menjadi bagian dari rangkaian program Duta Anti-Hoaks Jakarta yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta bersama BI.
Program tersebut mendorong anak muda agar tidak hanya melek digital, tetapi juga cerdas digital melalui kemampuan STOP, yakni Stop, Think, Observe, dan Process, sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus melahirkan lebih banyak agen perubahan yang dapat menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan Jakarta ke depan,” ujarnya.
Penyelenggaraan JYLC 2026 merupakan bagian dari kolaborasi strategis BI dan Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas ruang partisipasi generasi muda di bidang inovasi, literasi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Deputi Gubernur Senior Terpilih Bank Indonesia Aida S. Budiman sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kepemimpinan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....