Simulasi Kebakaran Digelar di Perkantoran Petojo Selatan

  • 02 Sep 2026 14:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kesiapan menghadapi potensi kebakaran diuji melalui simulasi penanggulangan kebakaran di Graha Infracom, Jalan Tanah Abang II, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa 1 September 2026. Kegiatan tersebut digelar Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat bersama pengelola gedung.

Kasatgas Gulkarmat Gambir Nurulusianto mengatakan, simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan penghuni gedung dalam menghadapi kondisi darurat. Pelaksanaan kegiatan juga mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 143 Tahun 2016 mengenai kewajiban penerapan Manajemen Keselamatan Kebakaran pada bangunan dan lingkungan tertentu.

"Dalam hal ini ada empat aspek keselamatan yang harus diperhatikan di antaranya, tersedianya sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sistem manajemen keselamatan kebakaran gedung, dan respons cepat saat terjadi kebakaran," kata Nurulusianto.

Menurutnya, hasil simulasi menunjukkan kesiapan Graha Infracom dalam menghadapi ancaman kebakaran tergolong baik. Sistem proteksi kebakaran yang tersedia dinilai telah memenuhi standar, sementara karyawan juga mampu memberikan respons dengan cukup cepat.

"Di sini sudah cukup baik, karena sistem proteksi kebakaran aktif dan pasifnya sudah sesuai dengan standar yang ditentukan serta respons dari karyawan juga cukup cepat," imbuhnya.

Building Manager Graha Infracom Akhmed Fajri mengatakan simulasi kebencanaan rutin dilaksanakan setiap tahun. Skenario yang digunakan dibuat berbeda sehingga pengelola dapat mengevaluasi kesiapan gedung menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

"Setiap tahun kita lakukan simulasi seperti ini dengan skenario bencana yang berbeda, evaluasi dari Gulkarmat akan kita tindak lanjuti agar kita lebih siap menghadapi bahaya bencana seperti kebakaran," ujarnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Petojo Selatan Syukur Abdillah turut mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran.

"Alhamdulillah ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta dalam tanggap bahaya bencana terutama kebakaran," ucapnya.

Syukur berharap kegiatan serupa dapat diterapkan di gedung-gedung lainnya yang berada di wilayah Petojo Selatan. Menurutnya, latihan secara berkala penting untuk membangun kesiapan dan respons cepat ketika menghadapi situasi darurat.

"Simulasi ini penting untuk kita semua, supaya kita semakin tanggap dan siap dalam menghadapi bencana," tandasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....