Djagad Kawung Jadi Tema Stan Jakarta Timur di Flona 2026
- 30 Agt 2026 20:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengusung tema “Djagad Kawung” pada stan Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tema tersebut memadukan unsur budaya Jawa dan lanskap alam Bali sebagai representasi ekoregion Jawa-Bali.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Dwi Ponangsera menjelaskan, Djagad Kawung merupakan konsep taman bernuansa budaya Jawa-Bali. Konsep tersebut memadukan filosofi bentuk geometris kawung dengan gagasan mengenai harmoni semesta.
"Taman ini dirancang sebagai ruang rekreasi yang menyimbolkan kesucian, pengendalian diri, dan keseimbangan hidup antara manusia, alam, serta budaya Nusantara di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang modern," kata Dwi dalam siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Minggu 30 Agustus 2026.
Konsep tersebut diwujudkan melalui perpaduan arsitektur bangunan tradisional Jawa dengan lanskap alam Bali yang rimbun. Pola geometris empat lingkaran kawung diterjemahkan ke dalam elemen alam, sementara garis arsitektur Jawa dipadukan dengan vegetasi tropis khas Bali.
"Selain itu, kami mengambil budaya Jawa yang kental dengan pewayangan dan filosofi kehidupannya, sementara lanskapnya diadopsi dari alam Bali. Jadi, Djagad Kawung adalah perpaduan antara kebudayaan dan lanskap," ujar Dwi.
Stan Jakarta Timur merupakan hasil kolaborasi Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, Sudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Sudin Perpustakaan dan Kearsipan. Kegiatan harian di stan tersebut juga akan melibatkan Sudin Pendidikan Jakarta Timur.
Flona 2026 berlangsung pada 28 Agustus hingga 28 September 2026 dengan tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta”. Pameran yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu menghadirkan enam zona ekoregion, yakni Sumatra, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara-Maluku, dan Papua untuk memperkenalkan karakteristik ekosistem serta keanekaragaman hayati Nusantara.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan Flona tidak hanya dihadirkan sebagai pameran. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenali kekayaan flora dan fauna Nusantara serta pentingnya menjaga ruang hijau dan keanekaragaman hayati Jakarta.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pameran, tetapi juga membawa pulang kesadaran bahwa menjaga lingkungan, ruang hijau, dan keanekaragaman hayati adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk masa depan Jakarta," kata Afan, masih dikutip dari siaran pers yang sama.
Pembukaan Flona 2026 turut mengangkat konsep “Blooming Jakarta” yang menggambarkan Jakarta sebagai kota yang terus tumbuh dan bertransformasi menuju kota global tanpa meninggalkan akar budaya dan kekayaan Nusantara. Pembukaan dimeriahkan pertunjukan angklung Harmoni Sekar Setaman, tarian kolosal yang melibatkan 90 penari, serta penampilan grup musik Slank.
Flona 2026 mengusung semangat “Merayakan 5 Abad Jakarta: Menuju Kota Global yang Hijau, Lestari dan Berkelanjutan melalui Kekayaan Biodiversitas Nusantara”. Lebih dari 200 tenant dan stan komunitas meramaikan pameran dengan tanaman hias, bonsai, fauna edukasi, seni lanskap, hingga teknologi pertanian perkotaan atau urban farming.
Pembukaan Flona turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi, serta Kepala Sudin Komunikasi, Informatika, dan Statistik Nuruning Septarida. Sejumlah kepala suku dinas dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga menghadiri kegiatan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....