Pelajar SMP di Jakbar Tinggalkan Secarik Surat Sebelum Tewas Gantung Diri

  • 28 Agt 2026 20:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pelajar SMP berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Sebelum meninggal, AFP meninggalkan sepucuk surat yang ditulis di atas kertas. Tulisan dalam surat tersebut disebut tidak terlalu jelas sehingga sulit dibaca dan dipahami secara utuh.

Dalam beberapa bagian, surat itu memuat ungkapan yang menunjukkan adanya perasaan bersalah terhadap diri sendiri serta persoalan yang berkaitan dengan keluarga.

Salah satu bagian surat tersebut berbunyi, “Siapa yang tahu bahwa aku bukan anak yang memang seharusnya dilindungi saat balita.” Pada bagian lainnya, korban juga menuliskan perasaan mengenai hubungan dengan keluarganya.

“Bahkan aku jauh dari keluarga ini, aku tidak pernah membenci mereka, aku hanya benci pada diriku sendiri. Aku hanyalah anak yang selalu membuat sial,” demikian tulisan dalam surat tersebut.

Namun, belum diketahui secara pasti maksud dari tulisan tersebut maupun kondisi yang melatarbelakangi korban menulis surat itu.

Teman sekelas korban, Alya mengatakan, dirinya mengetahui kabar meninggalnya AFP dari wali murid. Menurut Alya, sebelum kejadian tersebut, korban terlihat menjalani aktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencolok seperti murung atau menyendiri.

“Akhir-akhir ini biasa-biasa aja sih, kayak tenang-tenang aja,” kata Alya kepada wartawan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Alya mengatakan AFP masih bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya pada Rabu (26/8/2026).

“Dia main sama kita, bercanda-bercanda. Hari Rabu dia masih masuk sekolah, nah kemarin hari Kamis dia enggak masuk sekolah,” ungkapnya.

Teman sekelas lainnya, Bilqis, mengenang AFP sebagai sosok yang baik dan aktif dalam kegiatan bersama teman-temannya “Orangnya baik, terus orangnya juga aktif,” kata Bilqis.

Bilqis bahkan mengatakan dirinya bersama sejumlah teman sekelas sempat berencana untuk berkumpul bersama AFP. “Kita malah sempat ngerencanain mau nongkrong sama dia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 01 Kelurahan Srengseng, Gordang mengatakan, kabar meninggalnya AFP pertama kali disampaikan oleh ayah korban.

Menurut Gordang, ayah korban datang ke masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya selepas salat Subuh berjamaah. Saat itu, sang ayah menyampaikan bahwa anaknya telah meninggal dunia.

“Kalau kabar awalnya, (ayah korban) datang ke sini subuh. Dia bilang ‘Anak saya meninggal’. Saya tanya, kenapa? Dia jawab gantung diri. Oh, ya sudah, kita lihat ke sana,” kata Gordang.

Gordang kemudian bersama sejumlah warga dan ayah korban menuju rumah duka. Saat tiba di lokasi, jenazah AFP disebut telah berada di lantai bawah.

“Posisinya udah di bawah, tidur miring. Saya lihat sudah di bawah. Kejadiannya kan di lantai dua. Sudah dipindahin (sama ayahnya). Dia (ayahnya) bilang, ya namanya anak, gimana, dia buru-buru turunin,” jelas Gordang.

Gordang mengaku tidak melihat secara langsung kondisi AFP ketika pertama kali ditemukan. Ia hanya memperoleh informasi dari warga mengenai adanya tanda pada tubuh korban yang diduga berkaitan dengan gantung diri.

“Iya, dia (ayahnya) bilang gantung diri. Terus kata yang ngelihat (warga), saya di situ enggak ngelihat, ada biru ini, biru istilahnya bekas gantung lah. Saya enggak lihat detail karena enggak berani masuk,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab AFP meninggal dunia. Dugaan bunuh diri masih memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....