Pemkot Jakarta Timur Gelar Panen di 223 Lokasi Pendidikan, Dukung Ketahanan Pangan

  • 15 Agt 2026 06:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar panen serentak bersama pelajar di 223 lokasi satuan pendidikan, pada Jumat 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Merujuk data Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur, panen serentak tersebar di 10 kecamatan dengan luas lahan sekitar 0,73 hektare. Lokasi terbanyak berada di Kecamatan Pasar Rebo sebanyak 34 lokasi, disusul Kramat Jati dan Ciracas masing-masing 33 lokasi.

Selanjutnya, panen berlangsung di 28 lokasi di Kecamatan Makasar, serta masing-masing 27 lokasi di Duren Sawit dan Cipayung. Sementara itu, Pulogadung memiliki 13 lokasi, Jatinegara dan Cakung masing-masing 10 lokasi, serta Matraman delapan lokasi.

Berdasarkan jenjang pendidikan, panen serentak berlokasi di 126 SD, 56 SMP, 18 SMA, 12 SMK, sembilan PAUD, satu pondok pesantren, dan satu universitas. Potensi panen mencapai sekitar dua ton yang terdiri atas buah-buahan (751 kg), sayuran (643 kg), ikan (547 kg), tanaman obat keluarga (215 kg), tanaman pangan (102,5 kg), dan telur (5,5 kg).

Panen serentak dipusatkan di Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Cipayung, Jakarta Timur, dengan kegiatan diawali panen kangkung. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok, dan sejumlah pejabat kota lainnya.

Munjirin mengatakan hasil urban farming di Pondok Pesantren Ulul Ilmi telah dipasarkan ke sejumlah swalayan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan urban farming di lingkungan pendidikan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan.

"Hasilnya selain dikonsumsi oleh para santri, sebagian juga telah dipasarkan. Pondok pesantren ini sudah bekerja sama dengan sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Jakarta Timur," kata Munjirin, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurutnya, selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan tersebut juga mendorong lingkungan pendidikan menjadi lebih hijau dan sehat. "Ini harus dipertahankan dan dikembangkan, selain membuat lingkungan sekolah lebih hijau, ini juga dapat mendukung Jakarta Timur menjadi lebih sehat," ujar Munjirin.

Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Ilmi Achmad Wajihudin menjelaskan para santri telah mengembangkan pertanian di lingkungan pondok sejak 2021 melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia.

"Dan alhamdulillah ini sudah permintaan dari restoran dan dari mal ini besar sekali, bahkan mungkin kami kekurangan ini. Jadi insyaallah mudah-mudahan kami akan berusaha dengan maksimal, dan sudah menghasilkan untuk operasional pondok pesantren," kata Achmad, Jumat 14 Agustus 2026.

Munjirin turut memantau kegiatan panen di sejumlah satuan pendidikan lain melalui sambungan konferensi video, di antaranya SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin, Universitas Borobudur, dan SMK YP IPPI Cakung.

Di SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin, panen kacang panjang telah dilakukan sebanyak lima hingga enam kali dan hasilnya dimanfaatkan untuk konsumsi bersama warga sekolah. Pengelolaan kebun sekolah dilakukan tim urban farming yang melibatkan siswa dalam penyemaian, penyiraman, hingga pemeliharaan tanaman setiap hari.

Di Universitas Borobudur, mahasiswa Fakultas Pertanian mengembangkan pakcoy, sawi hijau, dan ubi jalar jenis Cilembu melalui kegiatan urban farming di lingkungan kampus. Hasil panen saat ini masih dimanfaatkan untuk medium pembelajaran dan konsumsi bersama.

Adapun di SMK YP IPPI Cakung, panen pakcoy dari sistem hidroponik mencapai sekitar 10 kilogram. Hasilnya dijual dan dikonsumsi warga sekolah, sedangkan sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang kemudian digunakan untuk pakan ikan sebagai bagian dari pengembangan sistem pertanian yang terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....