Ratusan Warga Binaan Gelar Maulid Nabi di Lapas Narkotika Jakarta

  • 28 Agt 2026 12:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta dengan melibatkan ratusan warga binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mengisi masa pembinaan dengan kegiatan yang memberikan penguatan dari sisi keagamaan.

Dilansir dari Antara, pada Rabu 26 Agustus 2026, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahapc mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya sekadar menjadi kegiatan rutin. Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan warga binaan untuk mengambil pelajaran dari keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah pagi hari ini kita telah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan,” kata Aliandra.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti tausiah dan mendengarkan pengalaman yang disampaikan motivator sekaligus seniman Dik Doank serta Ustaz Chavchay Syaifullah. Pesan yang diberikan diharapkan dapat membuka pandangan warga binaan untuk memperbaiki diri selama menjalani proses pembinaan.

Aliandra mengatakan masa menjalani pidana dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat. Ia berharap warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memperoleh bekal yang dapat membantu mereka menjalani kehidupan setelah bebas.

“Ini merupakan kegiatan rutinitas di mana kita merayakan kegiatan-kegiatan besar keagamaan, bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Aliandra.

Sekitar 700 santri warga binaan mengikuti kegiatan tersebut sebagai perwakilan dari sejumlah blok hunian. Aliandra menilai nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pedoman bagi warga binaan dalam membangun kebiasaan dan sikap yang lebih baik.

Kegiatan itu juga diisi dengan pesan mengenai pentingnya memaknai kehidupan secara lebih luas setelah melewati masa sulit. Dik Doank mengajak warga binaan memahami arti kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memilih kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, pihak lapas berharap proses pembinaan warga binaan dapat berjalan secara menyeluruh. Selain menjalani program pembinaan, mereka juga didorong untuk membangun keyakinan dan sikap positif sebagai persiapan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

(Andini Amelia Wiguna - Mahasiswa Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....