Erupsi Anak Krakatau Picu Sebaran Abu ke Sejumlah Kota, Jakut Ikut Terdampak

  • 07 Sep 2026 08:37 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membawa dampak hingga ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Sebaran abu vulkanik terpantau mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat terbawa arah angin.

Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama di sejumlah kawasan Jakarta Utara. Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi mengganggu aktivitas warga serta menurunkan kualitas udara apabila konsentrasinya meningkat.

Pemerintah daerah bersama petugas terkait melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak abu. Di Jakarta Utara, petugas mengerahkan kendaraan pemadam dan street sweeper yang dilengkapi penyemprot air untuk membersihkan serta mengurangi partikel abu vulkanik di ruas jalan.

Salah satu upaya dilakukan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara dengan menyemprotkan kabut air agar abu yang beterbangan dapat ditekan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Caharudin Ketua RW 07 Kalibaru menjelaskan abu vulkanik telah banyak dirasakan oleh warga sekitarnya, ia menghimbau warganya untuk tetap waspada dengan menggunakan masker jika bepergian.

“Yang paling penting adalah warga tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Mari kita lindungi keluarga dan lingkungan dengan langkah-langkah sederhana, mulai dari penggunaan masker, menjaga kebersihan rumah, hingga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,” ujar Caharudin kepada RRI Jakarta, Minggu 6 September 2026.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan menurut Caharundin disarankan untuk mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

Pantauan dari RRI Jakarta dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Jakarta. Sebaran abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara sempat terdampak, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, sementara ratusan penerbangan mengalami pembatalan atau gangguan akibat awan abu vulkanik.

Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau tetap tenang, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BMKG, PVMBG, dan instansi kebencanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....