JKI-GKPR Gelar Bakti Sosial bagi Lansia dan Anak Panti
- 05 Sep 2026 18:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan manusia tidak lepas dari tahapan fase usia senja. Di tahapan ini, kepedulian dan perhatian sangat dibutuhkan para lansia dalam menjalani masa tuanya.
Jemaat Gereja JKI-GKPR (Gereja Kesadaran Peperangan Rohani) turut ambil bagian dalam memberikan kebahagian dengan menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk "Menjadi Berkat di Usia Senja" di Wisma Lansia Maria Salve, Jakarta Barat, Sabtu, 5 September 2026.
Ketua Panitia Bakti Sosial, Muliawan mengatakan, melalui kegiatan ini, gereja berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian, pendampingan dan kasih.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan sekedar memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian secara langsung kepada para penghuni panti.
"Melalui bakti sosial ini, kami berharap semakin banyak orang dapat merasakan kasus Kristus melalui kepedulian, kebersamaan, perhatian, serta pelayanan yang diberikan kepada sesama," ujar Muliawan.

Pembina JKI-GKPR, Hengky Jita memanjatkan rasa syukur karena Tuhan telah ijinkan untuk melakukan satu rangkaian Bakti Sosial menjelang hari Natal Tahun 2026.
"Di Panti Maria Salve, bersama dengan Opa, Oma, bahkan ada yang terbaring tidak bisa beraktivitas, kami mendapatkan informasi bahwa di tempat ini, untuk makanan sehari-harinya sempat kosong. Untuk itu, kami menggerakkan teman-teman jemaat untuk bisa mengumpulkan sebagian dana, agar bisa berbagi kasih seperti hari ini yang kami berikan," kata Hengky Jita.
Ketua Yayasan Ambar Larasati Sutrisno, Saelan Budi Santoso yang menaungi Panti Maria Salve mengucapkan terima kasih kepada Gereja JKI-GKPR atas kunjungannya hari ini.
"Kami punya tiga rumah, Panti Jompo, Panti Werda dan Panti Asuhan Anak, jadi kehadiran jemaat JKI-GKPR sangat membantu, dan atas nama Yayasan Ambar Larasati Sutrisno mengucapkan terima kasih," ucapnya.
Saelam Budi menjelaskan, saat ini warga binaan panti saat ini sudah banyak berkurang. Untuk oma opa ada 36 orang, 8 anak-anaknya dari 15 binaan, 22 orang karyawannya dan 5 pengurus. Penghuni Panti Asuhan ada yang dari Kalimantan Barat, Flores, Karo dan Sumatera Utara. Untuk Panti Werdanya campuran, dan disini warga binaan lintas agama, jadi semua agama boleh masuk.
"Semua anak-anak yang ada bersekolah di SMK Yadika dan Christo 2 dengan biaya sekolah serta untuk kebutuhan sehari-hari kami mandiri. Jadi kita tidak dapat sumbangan dari lembaga manapun, termasuk Pemerintah. Namun kita bersyukur banyak sekali yang menyumbang, jadi anak-anak semua full 100% kami tanggung, untuk uang sekolah, uang pangkal serta kehidupan di sini dan kami bersyukur rumah ini mukjizat besar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....