Pembangunan Mangkrak, Pemkot Jakbar Bakal Bangun Jembatan Sementara di Kalideres
- 26 Agt 2026 20:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat akan membangun jembatan sementara di Jalan Warung Pojok, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Diketahui, jembatan tersebut akan menjadi akses warga untuk menyeberangi Kali Semongol.
Pembangunan dilakukan setelah warga sebelumnya mengeluhkan kondisi jembatan yang mangkrak dan belum dapat digunakan secara optimal.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab mengatakan, pembangunan jembatan sementara akan dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Adhi Karya.
“Yang akan kita perbaiki, tapi sifatnya tetap sementara, tapi yang lebih proper, sehingga warga yang menggunakan untuk menyeberang itu tidak mengkhawatirkan,” kata Mustajab saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Mustajab, jembatan sementara tersebut dibangun sembari menunggu proses normalisasi Kali Semongol selesai.
Saat ini, kata Mustajab, pihaknya tengah melakukan peningkatan kapasitas Kali Semongol dengan memasang sheet pile atau turap. Pemasangan turap tersebut menggunakan material sheet pile precast.
“Nanti kalau sudah selesai normalisasi Kali Semongol-nya, di titik tersebut akan dipasang jembatan permanen,” kata Mustajab.
Mustajab mengatakan pembangunan jembatan permanen di kawasan tersebut telah masuk dalam kontrak Dinas SDA.
Secara keseluruhan, terdapat rencana pembangunan empat titik jembatan permanen di sepanjang lokasi pekerjaan normalisasi Kali Semongol.
“Kalau untuk jembatannya empat titik rencana,” katanya.
Adapun pekerjaan normalisasi Kali Semongol ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan badan kali serta pemasangan tanggul atau turap di sisi kanan dan kiri Kali Semongol untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
“Jadi nanti pasang tanggul atau turap nanti di kanan-kiri Kali Semongol,” pungkas Mustajab.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jembatan di Jalan Warung Pojok RT 05/RW 02, Kelurahan Tegal Alur, yang biasa disebut sebagai Jembatan Semongol.
Jembatan tersebut merupakan salah satu akses warga menuju pasar dan sekolah.
Salah satu warga, Ana Haryanti, mengatakan kondisi jembatan sebelumnya masih dapat digunakan dengan baik. Namun, jembatan kemudian dibongkar petugas dengan alasan akan diperbaiki.
“Janjinya mau didandanin, cuma udah mau tiga tahun belum didandanin juga,” kata Ana saat ditemui di lokasi, Senin (24/8/2026).
Menurut Ana, sebelum dibongkar, jembatan tersebut berupa konstruksi tembok dan menjadi akses warga untuk melintas.
Sejak jembatan dibongkar, warga yang hendak menuju pasar harus menggunakan jalur lain dengan jarak yang lebih jauh.
“Kalau mau ke pasar sulit, enggak ada jembatan. Ya muter ke sana, jauh,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....