Misbakhun Dorong Penguatan Kaderisasi SOKSI dari Kalangan Muda
- 24 Agt 2026 02:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Mukhamad Misbakhun menekankan pentingnya penguatan kaderisasi organisasi melalui pendidikan politik dan program kepemimpinan bagi generasi muda.
Hal ini disampaikan Misbakhun saat menghadiri penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Misbakhun, Fokusmaker merupakan salah satu lembaga konsentrasi di bawah SOKSI yang memiliki perhatian terhadap kalangan mahasiswa.
“Fokusmaker itu adalah lembaga konsentrasi di bawah SOKSI. Sebagai lembaga konsentrasi, mereka membidangi mengenai para mahasiswa sebagai forum diskusinya,” ujar Misbakhun.
Ia mengatakan, sejumlah tokoh nasional memiliki latar belakang sebagai aktivis Fokusmaker ketika masih menjadi mahasiswa.
Karena itu, kata dia, keberadaan Fokusmaker tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kemahasiswaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kader dan calon pemimpin.
“Ini mempunyai akar sejarah yang panjang. Banyak tokoh-tokoh penting dalam republik ini yang berlatar belakang, pada saat mereka mahasiswa, mereka adalah aktivis di Fokusmaker,” tuturnya.
Misbakhun mengatakan, kegiatan Rampinas tersebut juga dirangkaika dengan Political Leadership Program batch pertama.
Dia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan peserta melalui pelatihan dan pembekalan dari sejumlah tokoh.
“Ini dalam rangka memberikan penguatan, sebuah pelatihan dengan mengundang para tokoh-tokoh yang penting untuk memberikan materi, makalah, untuk didengarkan oleh seluruh peserta Leadership Political Program tersebut,” katanya.
Menurut Misbakhun, pendidikan kepemimpinan diperlukan untuk membangun kesadaran kader mengenai pentingnya proses kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sejumlah materi yang diberikan mencakup ideologi karya-kekaryaan, sejarah Partai Golkar, posisi Golkar sebagai partai politik, serta peran partai tersebut dalam pemerintahan.
“Ini penting bagi kader SOKSI, termasuk mereka yang berada di lembaga-lembaga konsentrasi, karena menjadi bagian dari ekosistem politik Partai Golkar dalam menyalurkan aspirasi politik,” tuturnya.
Lebih lanjut Misbakhun menjelaskan, proses kaderisasi di lingkungan SOKSI dilakukan secara berjenjang. Menurut dia, Fokusmaker menjadi salah satu wadah kaderisasi ketika anggota masih berada di lingkungan mahasiswa.
“Di SOKSI itu ada penjejangan. Biasanya wadah saat mereka mahasiswa, kaderisasi mereka berada di Fokus Maker. Setelah itu mereka masuk di Wira Karya, bersama juga sebagian ada di Baladhika Karya,” ujar Misbakhun.
Ia menilai, pola kaderisasi berjenjang tersebut diperlukan untuk membangun soliditas organisasi sekaligus mempersiapkan kader yang memiliki pemahaman politik dan organisasi secara lebih kuat.
Misbakhun juga mengapresiasi kondisi internal SOKSI yang menurutnya telah mendapatkan pengakuan sebagai satu kesatuan organisasi.
“Kami bersyukur bahwa SOKSI ini sekarang sudah mendapatkan pengakuan sebagai SOKSI yang satu, yang tunggal dari Bapak Ketua Umum Partai Golkar,” katanya.
Ia berharap konsolidasi internal tersebut dapat memperkuat kerja sama seluruh elemen SOKSI dalam menjalankan berbagai agenda organisasi.
“Kita semua di SOKSI ini saling mendukung, saling menopang dalam setiap kegiatan. Sehingga kegiatannya bisa berjalan baik, berjalan lancar, dan partisipatif dari semua kader SOKSI,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....