CIA Fest 2026 Angkat Hak Baca Anak di Wilayah Terdampak Bencana
- 22 Agt 2026 22:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemenuhan hak anak untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui sumber yang aman dan sesuai usia menjadi perhatian dalam penyelenggaraan CIA Fest 2026.
Hal tersebut mengemuka dalam Kumpul Piknik Media Menuju CIA Fest 2026, Jumat, 21 Agustus 2026, di tengah penguatan kebijakan pemerintah dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Regulasi tersebut mengatur penguatan perlindungan anak dalam penggunaan layanan digital, termasuk terkait usia dan akses.
Namun, perlindungan anak di ruang digital dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan anak terhadap sumber informasi yang aman dan sesuai tahap perkembangannya.
Pendiri Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO), Stefanie Augustin mengatakan, pembatasan akses terhadap layanan digital perlu diikuti dengan tersedianya alternatif sumber pengetahuan bagi anak.
“Melindungi anak dari risiko ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi akses. Anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, bertanya, menemukan pengetahuan, dan membangun cara berpikir,” ujar Stefanie melalui keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurutnya, ekosistem literasi yang kuat merupakan bagian dari upaya perlindungan anak. Selama lebih dari 16 tahun, Majalah CIA dan ISO menghadirkan bacaan cetak yang ditujukan bagi anak.
“Gerakan ini mendorong kesadaran bahwa akses terhadap bacaan berkualitas merupakan salah satu kebutuhan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ucapnya.
Sebagai informasi, gerakan ini akan kembali dihadirkan dalam CIA Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, CIA Fest mempertemukan anak-anak, keluarga, komunitas, media, dan masyarakat umum untuk merayakan literasi sekaligus menyediakan ruang aktivitas yang aman bagi anak.
Tahun ini, CIA Fest mengangkat tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”. Tema tersebut mengajak anak-anak untuk menunjukkan kepedulian kepada teman sebaya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Stefanie menilai, dalam situasi pascabencana, pemulihan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Menurut dia, keberlanjutan proses belajar dan ketersediaan bahan bacaan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Ketika akses terhadap bahan bacaan terputus atau sulit dijangkau, kesempatan anak untuk memperoleh pengetahuan juga ikut terdampak,” katanya.
Karena itu, penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian CIA Fest 2026 akan diarahkan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana. Bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah ISO.
Upaya tersebut juga menjadi perhatian karena persoalan akses bacaan bagi anak masih terjadi bahkan sebelum bencana. Ketersediaan bahan bacaan cetak yang belum merata membuat sebagian anak belum mendapatkan akses terhadap bacaan yang sesuai kebutuhannya.
“Melalui CIA Fest 2026, anak-anak tidak hanya diajak untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami berbagai persoalan di sekitarnya serta membangun kepedulian terhadap sesama,” tutur Stefanie.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....