SiDU Dorong Budaya Menulis Tangan Pelajar, Jangkau 500 Sekolah di Daerah
- 18 Sep 2026 15:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Budaya menulis tangan di kalangan pelajar terus didorong melalui program ‘Ayo Menulis’ bersama SiDU yang tahun ini menyasar 500 sekolah di sejumlah wilayah Sumatra.
Program tersebut berlangsung sepanjang September hingga Oktober 2026, dengan sasaran sekolah di Medan, Padang, Pekanbaru, dan Palembang.
Mengawali rangkaian kegiatan di Sumatra, SiDU bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar pelatihan bagi guru dari 100 sekolah.
Dalam pelatihan tersebut, para guru dibekali metode untuk membimbing siswa kelas IV hingga VI dalam menyusun dan menuangkan opini secara terstruktur. Guru juga didorong untuk membantu siswa lebih berani menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, H. Mujiono S.E., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis para guru sehingga dapat diterapkan kepada peserta didik.
“Melalui kegiatan lokakarya menulis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kemampuan menulis guru sehingga lebih banyak guru di Kota Medan yang berani menulis, menghasilkan karya dan diteruskan kepada anak didik,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Dapat diketahui, program Ayo Menulis bersama SiDU telah berlangsung sejak 2017 sebagai bagian dari upaya mendukung penguatan literasi pelajar Indonesia.
Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam kegiatan sehari-hari, kemampuan menulis tangan dinilai masih memiliki peran dalam proses pembelajaran. Aktivitas tersebut dapat membiasakan siswa mengolah informasi dan menyampaikan pemikiran secara sistematis.
Head of Marketing Domestic Business Unit Stationery APP Group, Arif Darmawan, mengatakan kebiasaan menulis tangan tetap relevan untuk mendukung kemampuan literasi anak.
“Di tengah semakin dominannya penggunaan perangkat digital, kebiasaan menulis tangan tetap relevan sebagai bagian dari upaya membangun literasi anak,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kemampuan tersebut dilakukan melalui pelatihan guru, praktik menulis opini, hingga pemberian apresiasi terhadap karya siswa.
“Kegiatan menulis memberi ruang bagi siswa untuk berlatih mengolah informasi, memperkaya kosakata, dan mengekspresikan pemikiran melalui tulisan,” ucap Arif.
Para guru yang mengikuti pelatihan juga memperoleh modul Menulis Opini yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, materi yang diperoleh dalam pelatihan dapat diteruskan kepada siswa melalui proses belajar di kelas.
Selain pelatihan, karya siswa dari rangkaian program Ayo Menulis bersama SiDU akan mendapatkan ruang apresiasi melalui Lomba Menulis Opini Tingkat Nasional.
Materi pembelajaran terkait menulis juga tersedia secara gratis melalui Akademi Ayo Menulis yang dapat diakses melalui laman ayomenulis.id.
Pendiri Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA), Stefanie Augustin, mengatakan kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan yang saling berkaitan dalam membangun literasi anak.
“Membaca membantu siswa memperoleh informasi dan memperluas wawasan, sedangkan menulis memberi mereka ruang untuk mengolah pemahaman serta mengekspresikan pemikiran melalui tulisan,” tuturnya.
“Karena itu, kebiasaan membaca dan menulis yang dibangun sejak dini penting untuk terus diperkuat sebagai bagian dari proses belajar siswa,” sambung Stefanie.
Selain penguatan kapasitas guru dan siswa, kegiatan di Medan juga disertai dukungan sarana belajar. Sebanyak 10 ribu buku tulis diserahkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari donasi sebanyak 50 ribu buku tulis yang dialokasikan untuk anak-anak di Medan, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah wilayah lainnya di Sumatra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....