Wagub Rano Dorong Karya dan Kekayaan Intelektual Jakarta Tembus Pasar Global
- 17 Sep 2026 19:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual pelaku usaha Jakarta mampu menembus pasar global. Hal tersebut dikatakan saat membuka Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX) 2026 dan Festival Kekayaan Intelektual (FKI) Jakarta 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Rano, daya saing Jakarta sebagai kota global tidak hanya ditentukan oleh investasi dan perdagangan, tetapi juga oleh kemampuan melindungi serta meningkatkan nilai ekonomi karya kreatif melalui hak kekayaan intelektual.
“JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tetapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru, kesepakatan bisnis, kemitraan jangka panjang, serta pertumbuhan pelaku usaha Jakarta menuju pasar global,” kata Rano.

JITEX 2026 berlangsung hingga 19 September dengan menghadirkan 275 stan dari berbagai sektor. Pameran tersebut mempertemukan pelaku usaha, investor, pembeli, dan pemilik karya kreatif melalui rangkaian pameran, forum bisnis, serta pertemuan usaha yang ditujukan untuk memperluas akses pasar internasional.
Pada kesempatan yang sama, FKI Jakarta 2026 digelar untuk memperkuat kesadaran pelaku ekonomi kreatif mengenai pentingnya perlindungan hak atas karya. Rano menilai hal itu menjadi semakin penting karena Jakarta memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang bertumpu pada orisinalitas dan inovasi.
“Karena ada 17 subsektor dalam dunia kreatif, kuncinya di sini adalah hak cipta. Kadang-kadang kita mengabaikan masalah hak cipta. Dunia sudah menjadi dunia global. Kalau kita tidak melindungi kekayaan intelektual, sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia menegaskan pengurusan hak kekayaan intelektual tidak semestinya dipandang sebagai beban biaya, melainkan investasi yang dapat melindungi karya sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Menurut Rano, kehadiran FKI melengkapi ekosistem yang dibangun melalui JITEX dengan menghubungkan kreativitas, perdagangan, dan investasi sehingga pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses pasar sekaligus perlindungan hukum terhadap karya yang dikembangkan.
“Sebagai kota global yang berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi, perdagangan, dan pasar, tetapi juga mampu membawa karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global,” ujarnya.
Rano berharap penyelenggaraan JITEX dan FKI menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun pada 2027 dengan memperluas ruang lahirnya karya, mempertemukan kreativitas dengan pasar, serta membuka peluang kolaborasi internasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan JITEX memiliki relevansi dengan upaya menggerakkan ekonomi melalui perdagangan, investasi, pariwisata, dan pengembangan UMKM.
“Pariwisata memiliki kaitan dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, UMKM, investasi hingga kebudayaan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....