Kebakaran Paseban Hanguskan 15 Rumah, 95 Warga Terdampak

  • 21 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kebakaran terjadi di Paseban, Jakarta Pusat pada Kamis 20 Agustus 2026 malam dan menghanguskan 15 rumah warga.
  • Peristiwa kebakaran berdampak pada 35 kepala keluarga dengan total 95 jiwa yang harus mengungsi dari permukiman mereka.
  • Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah menyiapkan lokasi pengungsian di area luar kelas SDN 05 Paseban tanpa mengganggu aktivitas sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kebakaran melanda permukiman warga di Paseban, Jakarta Pusat, dan menghanguskan 15 rumah. Peristiwa yang terjadi pada Kamis 20 Agustus 2026 malam tersebut berdampak pada 35 Kepala Keluarga (KK) atau 95 jiwa.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat telah menyiapkan tenda pengungsian di SDN 05 Paseban sejak malam hari. Adapun lokasi pengungsian berada di area luar kelas, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas olahraga para siswa.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan bahwa pemerintah melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak yang masih bersekolah. Pendataan dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga dapat segera dipenuhi.

“Mereka juga tadi melaporkan adanya pakaian-pakaian sekolah yang terbakar, perlengkapan sekolah yang terbakar. Tentu kita akan bantu untuk kesiapan mereka untuk bisa sekolah kembali,” ujar Arifin, Jumat 21 Agustus 2026.

Selain kebutuhan pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga membuka posko untuk membantu warga yang kehilangan dokumen kependudukan. Seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga sejumlah kartu layanan publik yang terbakar, akan dibantu untuk diterbitkan kembali.

“Semua akan kita perbarui, kita akan berikan yang baru, dan tentu sekali lagi warga-warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” kata Arifin.

Layanan kesehatan juga disiapkan melalui posko Puskesmas untuk memeriksa kondisi warga, termasuk mereka yang kehilangan obat-obatan akibat kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) turut memberikan bantuan bagi warga yang terdampak.

Arifin mengatakan, pemerintah akan menginventarisasi rumah yang terbakar untuk menentukan bentuk bantuan pembangunan kembali. Pemerintah juga membuka kemungkinan dukungan dari Baznas Bazis DKI.

“Sekarang kita data dulu berapa rumah yang terdampak, yang terbakar. Kemudian mungkin ada nantinya dukungan dari Baznas Bazis DKI. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu untuk pembangunan rumahnya,” ujarnya.

Arifin pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik tidak digunakan secara berlebihan untuk mencegah korsleting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....