Wali Kota Arifin Tampung Aspirasi Warga Gunung Sahari Selatan

  • 09 Sep 2026 21:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin berdialog dengan tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, dalam silaturahmi malam di SMK Tamansiswa 1 Jakarta, Selasa 8 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga dari 10 RW dan 116 RT untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan lingkungan.

Lurah Gunung Sahari Selatan Muhammad Irfan Yusuf memaparkan kondisi wilayah seluas 153 hektare, termasuk RW 10 yang hanya memiliki tiga RT karena sebagian besar wilayahnya digunakan sejumlah instansi strategis. Ia juga menyampaikan capaian bedah rumah di RW 08 dan RW 04, pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 800 warga, serta pengelolaan lingkungan melalui 376 bank komposting.

Dalam sesi dialog, warga mengusulkan pemasangan speed bump dan cermin cembung di sejumlah titik rawan kecelakaan. Mereka juga meminta percepatan pembangunan Puskesmas Pembantu, penambahan lubang biopori, pembangunan RPTRA, serta penyediaan sanggar tari untuk mendukung pelestarian budaya.

Warga turut meminta sosialisasi pencegahan kebakaran dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, terutama menghadapi musim kemarau. Aspirasi tersebut akan dikoordinasikan dengan suku dinas dan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran.

Arifin mengatakan warga dapat menggunakan aplikasi JAKI untuk menyampaikan pengaduan sekaligus memantau tindak lanjut pemerintah. Ia juga membuka komunikasi langsung melalui nomor telepon selulernya agar persoalan yang membutuhkan perhatian dapat segera disampaikan.

"Saya siap menerima masukan dari Bapak dan Ibu. Jika ada hal yang mendesak atau ingin dipantau progresnya, silakan hubungi saya via WhatsApp. Untuk usulan seperti sanggar tari atau RPTRA, kami akan koordinasikan dengan Suku Dinas terkait untuk kajian kelayakan dan anggarannya," ujar Arifin.

Selain menampung aspirasi, Arifin mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekurangan air dan kebakaran. Ia meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan memastikan kondisi instalasi listrik untuk mencegah kebakaran.

"Jangan berpikir aman hanya karena berlangganan PAM. Sungai-sungai di hulu mulai kering. Kita harus membatasi penggunaan air. Dan ingat, lebih dari 70 persen kebakaran disebabkan masalah kelistrikan. Mari kita antisipasi bersama," tegas Arifin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....