Korban Kebakaran Kebon Kelapa Terima Bantuan dan Trauma Healing

  • 05 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat terus mendampingi warga terdampak kebakaran di Jalan Batu Ceper 9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir. Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama Ketua TP PKK Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin meninjau lokasi pengungsian sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi, Jumat 4 September 2026.

Kebakaran yang terjadi pada Senin 31 Agustus 2026 tersebut berdampak pada 310 kepala keluarga atau sekitar 880 jiwa. Selain memastikan distribusi bantuan, kunjungan juga dilakukan untuk memberikan dukungan kepada warga yang masih menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

Arifin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026. Ia menyebut persoalan kelistrikan masih menjadi salah satu faktor dominan dalam kejadian kebakaran.

“Pada malam kejadian di Kebon Kelapa, secara bersamaan terjadi juga kebakaran di Kelurahan Kartini dan Cideng. Ini menunjukkan betapa kritisnya situasi kita saat ini akibat cuaca ekstrem,” ujar Arifin.

Dalam kunjungan tersebut, Arifin juga mengapresiasi dukungan PT Galfa yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-80 perusahaan. Pemkot Jakarta Pusat memastikan bantuan pangan harian dan kebutuhan pengungsian tetap tersedia selama proses pemulihan berlangsung.

Sementara itu, Witri Yenny Arifin mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan material. Tim TP PKK Jakarta Pusat juga menggelar trauma healing untuk membantu anak-anak dan warga terdampak kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.

“Hari ini kami melakukan trauma healing buat anak-anak dan menghibur ibu-ibu kader PKK dasawisma yang juga terdampak, kurang lebih ada 12 rumah dari kader kami,” kata Witri.

Penanganan warga di posko pengungsian dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya Baznas Bazis, Sudin Pendidikan, dan Sudin Dukcapil. Sudin Pendidikan membantu pengurusan kembali ijazah yang terbakar, sedangkan Dukcapil menangani kebutuhan administrasi kependudukan warga terdampak.

Kebutuhan konsumsi pengungsi berupa sarapan, makan siang, dan makan malam dipenuhi melalui dukungan PMI dan Baznas Bazis. Sementara itu, TP PKK menyediakan sejumlah kebutuhan khusus, seperti popok bayi, popok dewasa, serta perlengkapan harian lainnya.

“Harapannya semoga seluruh warga yang terdampak selalu diberikan kesehatan dan kesabaran. Kami akan terus mendampingi mereka hingga kondisi pulih,” tutup Witri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....