Manfaatkan Galon Bekas, Petugas UPS -BA Kembangan Cipatakan Karya Seni Perahu Merak

  • 20 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS-BA) di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, berhasil membuat kreativitas sampah menjadi perahu hias untuk mengikuti rangkaian Festival Cinta Lingkungan (Cilung) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sejumlah petugas tampak bergotong royong merakit sebuah perahu hias berukuran besar.

Perahu tersebut mengusung tema burung merak dengan bagian badan menggunakan material bekas. Menariknya, sebagian besar ornamen perahu dibuat dengan memanfaatkan sampah berupa galon kemasan dan botol plastik bekas.

Pemantau Kecamatan Kembangan UPS Badan Air, Luffih mengatakan, proses pembuatan perahu hias tersebut telah berlangsung sejak sekitar satu bulan lalu.

Menurut dia, saat ini pengerjaan perahu hias tersebut telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.

“Pengerjaan saat ini hampir 70 persen. Kalau untuk target pembuatan mudah-mudahan akhir bulan ini selesai,” kata Luffih saat ditemui di lokasi pembuatan, Kamis.

Menurut Luffih, burung merak dipilih karena dinilai memiliki filosofi keindahan dan keberagaman warna. Filosofi tersebut kemudian dituangkan dalam desain perahu hias yang tengah dikerjakan para petugas.

“Burung merak itu filosofinya yang saya lihat indah, penuh banyak warna. Menggambarkan keindahan warna,” katanya.

Ia menjelaskan, material utama yang digunakan untuk membuat ornamen perahu berasal dari galon kemasan dan botol bekas berukuran besar maupun 600 mililiter.

“Hingga saat ini hampir 1.000 galon dan botol bekas telah digunakan. Masih bisa bertambah karena satu galon dapat digunakan untuk membuat beberapa bagian pola bulu burung merak,” jelasnya.

Ia mengatakan, material bekas tersebut dikumpulkan dari berbagai titik lokasi tempat para petugas bekerja. Ia melanjutkan, galon dan botol yang sudah tidak digunakan kemudian dibersihkan sebelum dimanfaatkan sebagai bagian dari ornamen perahu.

Selain galon dan botol plastik, kata Luffih, pihaknya juga memanfaatkan material bekas lainnya, salah satunya kabel bekas jaringan optik yang dibuang dari proyek.

“Botol-botol begini enggak mungkin juga saya beli. Sampai sekarang masih nyari. Mungkin solusinya minta juga sama warga, sama teman-teman yang ada di rumah,” ungkapnya.

Meski menghadapi kendala material, proses pengerjaan terus dilakukan secara gotong royong oleh para petugas UPS Badan Air Kecamatan Kembangan. Seluruh proses pembuatan perahu hias tersebut dikerjakan oleh petugas.

Untuk penggerak perahu, Lutfi mengatakan tidak ada mesin khusus yang digunakan. Perahu nantinya akan menggunakan mesin seperti yang biasa digunakan pada kapal penyisiran sampah.

“Mesinnya itu kayak mesin motor boat. Karena mesin kapal itu buat penyisiran sampah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....