Sudin Nakertransgi Jakpus Cetak Wirausaha Baru lewat Pelatihan Kuliner
- 14 Agt 2026 15:27 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Pusat menyelenggarakan pelatihan Tenaga Kerja Mandiri Aneka Kuliner untuk memberdayakan warga dengan keterampilan dan usaha mandiri.
- Program pelatihan berlangsung selama lima hari dengan materi praktis pengolahan berbagai jenis makanan seperti olahan ayam, siomay, dan tumpeng.
- Peserta mendapatkan pembekalan lengkap mencakup kewirausahaan, strategi pemasaran, pengurusan legalitas usaha, dan sertifikasi halal untuk mendukung kesuksesan bisnis mereka.
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Pusat menggelar pelatihan Tenaga Kerja Mandiri Aneka Kuliner untuk mendorong warga memiliki keterampilan dan usaha mandiri. Kegiatan tersebut berlangsung serentak di RPTRA Petojo dan RPTRA Tanah Abang 3.
Pelatihan berlangsung selama lima hari dengan materi keterampilan mengolah berbagai makanan, seperti olahan ayam, siomay, hingga tumpeng. Peserta juga mendapatkan pembekalan kewirausahaan, strategi pemasaran, serta pengurusan legalitas usaha, termasuk sertifikasi halal.
“Sebelum dilatih memasak, mereka dilatih dulu mengenai teori kewirausahaan, pemasaran, dan legalitas usaha seperti sertifikat halal. Masak-masak dimulai hari kedua hingga penutupan,” ujar Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat Qomari Noorrizki.
Qomari mengatakan pelatihan tersebut terbuka bagi warga pemegang KTP Jakarta Pusat dari delapan kecamatan. Pada angkatan kedua ini, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan dengan pembagian 50 orang di RPTRA Petojo dan 50 orang di RPTRA Tanah Abang 3.
Selain warga umum, program tersebut turut melibatkan dua klien pemasyarakatan atau warga binaan yang telah bebas bersyarat. Pelibatan mereka ditujukan untuk memberikan keterampilan sebagai bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Mereka yang diikutsertakan adalah warga binaan yang sudah bebas bersyarat dan benar-benar sudah ada di tengah masyarakat,” jelas Qomari.
Qomari menegaskan peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga berpeluang memperoleh pendampingan setelah kegiatan selesai. Peserta yang konsisten mengembangkan usaha akan diarahkan untuk terhubung dengan program kewirausahaan daerah Jakpreneur.
Sepanjang 2026, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat menargetkan 400 warga mengikuti pelatihan tenaga kerja mandiri. Target tersebut terdiri atas dua angkatan pelatihan aneka kue sebanyak 200 peserta dan dua angkatan aneka kuliner sebanyak 200 peserta.
Sementara itu, pelatihan teknis dengan durasi lebih panjang, seperti montir AC dan pembuatan SIM, dilaksanakan melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan warga memperoleh keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....