Pemkot Jakbar Akan Panggil Terduga Penyedia Loker Bodong di Gropet
- 11 Jul 2026 19:53 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat akan memanggil terduga penyedia lowongan kerja (loker) bodong serta sejumlah pencari kerja yang mengaku menjadi korban, pada pekan depan.
Hal ini dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat soal penipuan berkedok lowongan kerja yang terjadi di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Pangeran, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
“Senin atau Selasa baru ketemu di kantor dipanggil. Jadi antara perusahaannya dipanggil, sama korban atau yang pemohon cari kerja itu. Jadi kan harus masing-masing dipanggil dulu, ditanyain dulu,” kata Iin saat dikonfirmasi, Sabtu, 11 Juli 2026.
Iin menilai, langkah ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi yang dilakukan petugas Sudin Nakertransgi ke lokasi terduga penyalur lowongan kerja bodong di kawasan Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan.
Ia menjelaskan, tim Sudin Nakertransgi telah mendatangi lokasi selama dua hari, yakni pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7), untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan informasi terkait dugaan praktik perekrutan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak yang diduga menjadi penyalur tenaga kerja menyatakan bersedia memenuhi panggilan Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk memberikan klarifikasi.
“Bisanya minggu depan mereka, Senin atau Selasa,” ujar Iin.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, oknum yang beroperasi dalam praktik dugaan penipuan berkedok lowongan kerja yang beroperasi di kawasan ruko Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan, hanya bertindak sebagai penyalur tenaga kerja.
“Kalau dilihat dari cerita teman-teman Sudin Nakertransgi yang ke sana, ternyata sebelumnya sudah ada praktik seperti itu. Tapi sebenarnya mereka hanya penyalur dari perusahaan penyedia lowongan,” kata Iin saat dikonfirmasi, Sabtu, 11 Juli 2026.
Meski demikian, Iin menyampaikan pihaknya masih belum mengetahui identitas maupun keberadaan perusahaan yang diduga menjadi pihak utama dalam proses perekrutan tersebut.
Karena itu, kata dia, Sudin Nakertransgi masih melakukan penelusuran untuk mengetahui kantor maupun pihak yang berada di balik jaringan perekrutan tersebut.
“Enggak tahu pusatnya di mana, yang jelas mereka di situ seperti agen, penyalur. Makanya lagi diselidiki dulu, pusatnya di mana, kantornya di mana,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....