Warga di Grogol Jakbar Buat Biopori untuk Tampung 240 Kg Sampah Organik
- 21 Agt 2026 17:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di Jalan Semeru II Gang 1, RT14/RW07, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, membuat dua lubang biopori berukuran besar untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Dua lubang biopori tersebut berada persis di lahan depan rumah warga.
Ketua RW 07 Kelurahan Grogol, Sumarkum mengatakan, setiap lubang biopori itu memiliki kapasitas menampung hingga 120 kilogram sampah organik. Dengan itu, dua lubang yang dibuat warga tersebut dapat menampung hingga 240 kilogram sampah organik.
“Untuk sampahnya sampah organik, sampah rumah tangga. Sisa makanan, sayuran, itu sama-sama organik itu,” kata Sumarkum kepada wartawan, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menilai, pengolahan sampah organik melalui biopori memiliki manfaat besar karena sampah nantinya dapay diolah menjadi kompos.
“Kegunaannya ya sudah jelas, itu sesuai dengan instruksi dari Gubernur untuk mengurangi debit sampah pembuangan ke sana. Kemudian juga, kalau kita perhatikan ada nilainya, karena itu menjadi kompos,” ujarnya.
Sumarkum mengatakan pembuatan dua lubang biopori tersebut baru dilakukan pada Kamis (20/8/2026) kemarin.
Menurutnya, keberadaan biopori tersebut untuk sementara menjadi tahap awal. Jika hasilnya dinilai efektif dan memberikan manfaat, program serupa akan diperluas ke RT lain di lingkungan RW 07.
“Pengolahan sampah nanti kan kita lihat, karena ini baru pemula, nanti kalau nilainya mungkin di situ lebih efektif dan lebih bagus, baru kita akan merambah ke RT-RT lain supaya berjalan semua,” jelasnya.
Ia mengatakan sosialisasi pemilahan sampah telah dilakukan melalui pertemuan warga di pos lingkungan.
Selanjutnya, kata dia, pengurus RW nantinya akan melakukan pendekatan secara langsung kepada warga di masing-masing RT agar program dapat berjalan secara menyeluruh.
“Secara sosialisasi, secara informasi, kita sudah rapat di pos, kemudian kita tinggal pendekatan kepada satu per satu dari masing-masing RT nanti supaya berjalan hal itu,” tutur dia.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diimbau melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, termasuk memisahkan sampah residu dan sampah organik.
Nantinya, sampah yang telah dipilah akan ditempatkan pada wadah sesuai dengan jenisnya. Untuk memudahkan petugas dalam mengidentifikasi sampah, warga menggunakan tanda warna pada kantong atau wadah sampah.
“Berkaitan dengan tempatnya ya, dengan tempatnya kita bebas dengan plastik, cuman kita kasih masing-masing warga pembuang sampah itu kita kasih tali rafia ya, kasih tanda, itu ada merah, kuning, hijau. Jadi nanti tukang sampah itu hanya mengambil yang warna-warna tertentu aja,” ucap Sumarkum.
Khusus sampah yang diberi tanda hijau, nantinya akan diarahkan untuk dibuang ke lubang biopori karena termasuk kategori sampah organik.
“Nah, untuk yang hijau, nanti kan kita masing-masing dari warga atau tukang sampahnya buang ke biopori itu, yang organik itu,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....