Polres Jakbar Bongkar Jaringan Internasional Bahan Narkoba Senilai Rp119 Miliar
- 05 Agt 2026 19:40 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar jaringan internasional pemasok bahan baku narkotika dengan nilai perkiraan mencapai Rp119 miliar.
- Sebanyak tujuh tersangka ditangkap dalam operasi ini, terdiri dari enam warga negara Indonesia dan satu warga negara China.
- Pengungkapan jaringan narkotika internasional ini menunjukkan besarnya skala peredaran narkoba dan keterlibatan sindikat lintas negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan internasional pemasok bahan baku narkotika yang diperkirakan bernilai sekitar Rp119 miliar.
Dalam pengungkapan ini, tujuh tersangka berhasil ditangkap yang terdiri dari enam warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal China.
Ketujuh tersangka yakni berinisial PD, DO, RS, MFY, MH, VW, dan GE seorang WNA asal Cina.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi mengatakan, petugas berhasil menyita bahan baku narkotika yang berpotensi merusak lebih dari 3,5 juta jiwa apabila berhasil diproduksi dan diedarkan.
“Ini merupakan jaringan internasional, di mana bahan-bahan tersebut didatangkan dari luar negeri ke Indonesia untuk dijadikan bahan baku pembuat narkoba,” kata Nasriadi saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Nasriadi merinci, barang bukti yang disita terdiri dari 3.200 butir carisoprodol berwarna putih, 308 ribu butir tablet siar edar, 4 tong berisi sekitar satu ton bubuk Carisoprodol yang merupakan bahan baku narkotika golongan I, 180 bungkus Happy Water dengan berat sekitar satu kilogram, serta 500 gram Ketamine.
| Baca juga: Tantangan Berat Jakarta menuju Kota Global |
“Kalau kita lihat dari jumlah barang bukti yang ada, kita dapat menyelamatkan sekitar 3,5 juta jiwa. Bayangkan apabila bahan ini berhasil diproses menjadi narkoba, jutaan warga negara kita, terutama anak-anak muda dan remaja, akan menjadi korban,” kata Nasriadi.
Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Vernal A. Sambo menjelaskan, hasil penyelidikan bahwa bahan baku tersebut berasal dari India dan masuk ke Indonesia melalui perusahaan-perusahaan yang berada di negara tersebut.
Sedangkan untuk Happy Water dan Ketamine berasal dari China dan diselundupkan menggunakan metode clandestine atau penyamaran kemasan agar tidak terdeteksi petugas.
“Untuk Carisoprodol, hasil penyelidikan kami menunjukkan berasal dari India. Sedangkan Happy Water dan Ketamine berasal dari China dengan metode penyelundupan secara clandestine sehingga sulit terdeteksi,” ujar Vernal.
Dari hasil penyelidikan, kata Vernal, jaringan tersebut sebelumnya telah mengedarkan produknya ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan.
Vernal menduga sindikat tersebut tengah mempersiapkan pemasaran ke wilayah Jakarta. Namun rencana tersebut berhasil digagalkan setelah aparat lebih dahulu mengungkap jaringan tersebut.
“Analisa kami, mereka sedang mencoba memasarkan barang ini ke Jakarta. Alhamdulillah kami lebih cepat mendeteksi dan melakukan penindakan sehingga barang-barang tersebut belum sempat beredar di Jakarta,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....