Pramono Bidik Jakarta Jadi Simpul Industri Kopi Nasional
- 04 Sep 2026 12:19 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta menjadi simpul utama industri kopi nasional dan pintu masuk promosi kopi Indonesia ke pasar global.
- Gubernur Pramono Anung membuka Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC Tanah Abang pada Jumat 4 September 2026 dengan fokus pada kolaborasi terencana untuk memperkuat daya saing internasional.
- Indonesia memiliki keanekaragaman varietas kopi unggulan seperti Gayo, Toraja, Kintamani, dan Mandailing yang menjadi modal besar untuk menembus pasar internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membidik ibu kota menjadi simpul utama industri kopi nasional sekaligus pintu masuk promosi dan perdagangan kopi Indonesia ke pasar global. Target tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jumat 4 September 2026. Pramono mengatakan, kekayaan varietas kopi Nusantara, mulai dari Gayo, Toraja, Kintamani hingga Mandailing, menjadi modal besar untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional apabila didukung kolaborasi yang terencana.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia. Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke,” kata Pramono.
Menurutnya, perkembangan industri hilir turut memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat bisnis kopi. Pertumbuhan kedai kopi, kafe, dan restoran telah melibatkan hampir 193 ribu pelaku usaha, didorong meningkatnya budaya konsumsi kopi di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
| Baca juga: Pramono Teken Pergub Beasiswa LPDP Jakarta |
“Ditopang stabilitas ekonomi Jakarta yang menyumbang 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan laju inflasi rendah sebesar 2,5 persen, ekosistem usaha kopi memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pramono juga membuka peluang dukungan pemerintah daerah agar Jakarta kembali menjadi tuan rumah ajang kopi dunia World of Coffee sebelum tahun 2030. Ia menyatakan Pemprov DKI siap memberikan asistensi kebijakan dan berbagai kemudahan apabila Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) membawa kembali penyelenggaraan acara tersebut ke Jakarta, khususnya pada Mei 2029.
“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh,” katanya.
ICX Jakarta 2026 menjadi ruang temu bisnis sekaligus etalase perkembangan industri kopi nasional setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120 stan, sedikitnya 75 jenama kopi terkurasi, kompetisi barista tingkat regional, serta forum diskusi yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai daerah.
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menilai industri kopi Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat, baik dari sisi konsumsi maupun bertambahnya pelaku usaha dalam rantai industri.
“Kami berharap ICX Jakarta 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan lebih banyak pemangku kepentingan, membuka peluang kemitraan bisnis, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru demi memperkuat ekosistem kopi Indonesia,” kata Daswar.
Sementara itu, Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa mengatakan ICX dirancang sebagai platform yang menghubungkan seluruh mata rantai industri kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, hingga pembeli internasional.
“Dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI, kami bertekad memperluas jaringan kemitraan global dan berkomitmen kembali membawa ajang pameran kopi dunia, World of Coffee, ke ibu kota sebelum tahun 2030,” ujar Daryanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....