Sebanyak 30 Warga Jakpus Ikuti Pelatihan Tata Boga

  • 04 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan pelatihan tata boga untuk 30 warga yang terdaftar dalam program penetapan pemeringkatan kesejahteraan keluarga.
  • Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif tahap pertama dilaksanakan di RPTRA Pandawa, Kelurahan Tanah Tinggi, pada Selasa 4 Agustus 2026.
  • Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Iqbal Akbarudin dan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun membuka kegiatan, sementara Wali Kota Arifin meninjau langsung jalannya pelatihan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar pelatihan tata boga Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 30 warga yang masuk dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 22/HUK/2026 tentang penetapan pemeringkatan kesejahteraan keluarga. Pelatihan tahap pertama tersebut berlangsung di RPTRA Pandawa, Kelurahan Tanah Tinggi, Selasa 4 Agustus 2026.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Iqbal Akbarudin bersama Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun. Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin turut meninjau jalannya pelatihan.

Arifin mengatakan pelatihan selama tiga hari itu bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu menambah penghasilan keluarga melalui usaha kuliner.

"Pelatihan ini akan berlangsung tiga hari. Para peserta akan mendapatkan alat-alat yang dapat meningkatkan penghasilan mereka," kata Arifin.

Selain memperoleh peralatan memasak, peserta juga mendapat pelatihan langsung dari Chef Novi Olivia. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat sejumlah produk, seperti rempeyek, terasi bawang, dan es lumut.

"Yang paling penting mereka juga mendapatkan ilmu dari narasumber. Semoga hasil dari kegiatan ini melahirkan inovasi ataupun ide-ide bisnis yang dapat membantu meningkatkan penghasilan keluarga," ujarnya.

Salah seorang peserta, Oom Huliyah (42), warga Johar Baru, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya.

"Sehari-hari saya dagang peyek. Alhamdulillah hari ini ada materi membuat peyek juga, jadi ilmunya bisa langsung dipakai untuk jualan," kata Oom.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....