Pemprov DKI Perkuat Sinergi dengan Legislatif

  • 30 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kemitraan strategis antara jajaran eksekutif dan legislatif di berbagai tingkatan.
  • Acara silaturahmi dihadiri oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta, DPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, dan DPD RI Dapil DKI Jakarta untuk membangun hubungan yang lebih baik.
  • Gubernur Pramono menegaskan bahwa hubungan eksekutif dan legislatif harus menjadi kemitraan strategis agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan warga Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat komunikasi dan kemitraan strategis dengan jajaran legislatif di berbagai tingkatan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta, DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, dan DPD RI Dapil DKI Jakarta di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis 30 Juli 2026.

"Hubungan eksekutif dan legislatif harus senantiasa menjadi kemitraan strategis agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan warga," ujar Gubernur Pramono.

Ia menjelaskan, Jakarta tengah memasuki era baru sebagai Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dengan target menembus 50 besar kota global, pada tahun 2030. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dan lembaga legislatif dalam mewujudkan transformasi tersebut, terlebih di tengah penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) pada 2026.

Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan inovatif tanpa mengurangi kualitas layanan dasar. Upaya tersebut dilakukan melalui rencana penerbitan obligasi daerah, collaboration fund, kompensasi pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), naming rights, serta berbagai bentuk kemitraan strategis.

"Pembangunan tetap berjalan melalui program pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pengendalian banjir, sanitasi, penyediaan air minum, dan penguatan ekonomi. Di antaranya KJP Plus bagi 707.477 siswa, KJMU bagi 15.825 mahasiswa, Program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, serta bantuan sosial bagi 212.116 penerima manfaat," katanya.

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, keberlanjutan pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi di Jakarta juga memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, percepatan sejumlah proyek konektivitas terus dilakukan, seperti MRT Fase 2A, LRT Velodrome-Manggarai, serta perluasan layanan TransJakarta menuju kawasan aglomerasi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....