SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 kembali Dibangun

  • 30 Sep 2026 08:29 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pemulihan sarana pendidikan, dengan membangun kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, dan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11
  • Kedua sekolah akan berada dalam satu bangunan empat lantai, dengan kapasitas 24 ruang kelas, dan sejumlah ruang penunjang

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pemulihan sarana pendidikan, dengan membangun kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 dan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11. Pembangunan kedua sekolah itu ditandai dengan groundbreaking, oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, pada Selasa 29 September 2026.

Kedua sekolah akan berada dalam satu bangunan empat lantai, dengan kapasitas 24 ruang kelas dan sejumlah ruang penunjang. Gedung itu dirancang ramah disabilitas, untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Beberapa di antaranya melalui penyediaan toilet khusus disabilitas, dan lift untuk memudahkan mobilitas peserta didik dengan keterbatasan fisik.

Pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun dan rampung pada Agustus 2027. Proyek itu dilaksanakan oleh PT Wisma Nusantara International, sebagai bagian dari pemenuhan kontribusi kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Adapun total nilai pembangunan mencapai lebih dari Rp50 miliar.

“Pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan, yang mengalami kerusakan cukup parah. Sekaligus memastikan anak-anak Jakarta mendapat tempat belajar yang aman dan layak,” ujar Wagub Rano, di Jakarta, pada Selasa 29 September 2026.

Ia mengapresiasi dukungan dunia usaha dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung sekolah itu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, DPRD DKI Jakarta, dan perangkat daerah, diperlukan untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas.

Wagub Rano juga meminta pelaksana memperhatikan kondisi lokasi pembangunan yang memiliki akses relatif terbatas. Mobilisasi material, termasuk saat pemasangan tiang pancang, perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, dan ketepatan waktu.

“Saya memberikan satu catatan. Kalau kita melihat teritori ini, mungkin punya tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Saya membayangkan pada waktu loading barang, tentu ketepatan waktu harus menjadi pegangan. Tetapi juga harus hati-hati karena akses masuk cukup kecil,” katanya.

Wagub Rano mengatakan, kedua sekolah berada dalam satu kawasan, dengan luas tanah sekitar 5.235 meter persegi. SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 memiliki sekitar 270 peserta didik, sedangkan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11 menampung 152 peserta didik.

Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar direlokasi sementara. Peserta didik SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 belajar di SD Negeri Pondok Pinang 05, sedangkan peserta didik SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11, mengikuti pembelajaran di SD Negeri Kebayoran Lama Utara 03.

Wagub Rano menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan gedung, tetapi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Karena itu, pembangunan fisik perlu berjalan, seiring dengan perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....