Dinilai Ganggu Akses Pembeli, SDA Jakbar Bakal Percepat Proyek Galian di Joglo

  • 29 Jul 2026 21:13 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Suku Dinas SDA Jakarta Barat mempercepat pengerjaan proyek galian saluran di Jalan Muchtar Raya, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
  • Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat Mustajab mengambil keputusan untuk mempercepat proyek setelah mendengar keluhan langsung dari pedagang lokal.
  • Pedagang di sekitar lokasi proyek mengalami penurunan omzet signifikan akibat terganggunya akses pelanggan selama proses konstruksi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mempercepat pengerjaan proyek galian saluran di Jalan Muchtar Raya, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Hal ini dikatakan Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab, usai mendengar keluhan para pedagang di sekitar lokasi yang mengaku mengalami penurunan omzet akibat terganggunya akses pelanggan.

“Bahwa itu kan kami akan percepat lah. Memang, memang kita ya harus sedikit sabar para pedagang di Jalan Muchtar itu,” kata Mustajab saat dihubungi, padaa Rabu, 29 Juli 2026.

Selain mempercepat pekerjaan, kata Mustajab, pihaknya juga bakal menyediakan akses sementara bagi warga dan konsumen yang hendak berbelanja.

Untuk lokasi galian yang belum dipasang U-Ditch, petugas akan membangun jembatan sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Nanti komunikasinya kalau memang galian yang belum dipasang U-Ditch, itu langsung kami buatin jembatan untuk warga misalnya belanja. Kalau ada pembeli, bisa tetap lewat,” ujarnya.

Sementara itu, pada titik galian yang sudah terpasang U-Ditch, pengerjaan akan segera dilanjutkan ke tahap penutupan agar badan jalan dapat kembali difungsikan secepat mungkin.

“Kalau baru digali belum ada U-Ditch, nanti yang warga-warga itu kita kasih jembatan kayu untuk pembeli. Sama warga juga jangan parkir di jalanan. Nanti malah bikin macet,” ujarneya Mustajab.

Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan rampung pada 5 Oktober 2026. “Ya kemungkinan bisa lebih cepat lah,” katanya.

Sementara di lokasi, sejumlah pedagang di sepanjang Jalan Muchtar Raya mengeluhkan penurunan penjualan sejak proyek galian berlangsung.

Salah satunya pemilik warung sembako, Ninok (30), yang mengaku kehilangan banyak pelanggan, terutama pengendara sepeda motor yang biasanya singgah untuk membeli makanan dan minuman.

“Sangat, sangat menurun (penjualan). Orang yang jalan naik motor itu kan jadi enggak bisa ke sini,” ujar Ninok.

Menurutnya, sebelum proyek dimulai, sebagian besar konsumennya merupakan pengendara roda dua yang melintas di Jalan Muchtar Raya. Kini, pembeli yang datang didominasi warga sekitar.

“Jadi sekarang yang beli konsumennya paling orang-orang belakang, warga yang di belakang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....