Program Hilirisasi Nikel Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Lokal
- 29 Jul 2026 15:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program hilirisasi nikel dinilai mampu menciptakan nilai tambah dari sektor pertambangan sekaligus memperkuat ketangguhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas industri dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan operasional.
Salah satu proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah.
Proyek yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali tersebut diamanatkan kepada PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.
Pengamat lingkungan, Irwan Ridwan, mengatakan proyek hilirisasi seperti HPAL pada dasarnya dirancang tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas sosial masyarakat.
Menurutnya, aspek tersebut umumnya telah menjadi bagian dari pembahasan sejak tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/Pra-FS) hingga studi kelayakan (feasibility study/FS) sebagai dasar pelaksanaan investasi.
“Seharusnya akan memberi pengaruh (positif) terhadap ekonomi lokal dan (peningkatan) kualitas sosial masyarakat dan ini sudah dibahas dalam Pra-FS dan FS suatu proyek investasi,” ujar Irwan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia berharap komitmen untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kualitas hidup masyarakat benar-benar diwujudkan saat proyek mulai beroperasi, bukan sekadar menjadi persyaratan administratif dalam proses perencanaan.
Proyek HPAL Sambalagi sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditujukan untuk mempercepat hilirisasi mineral di Indonesia. Dengan nilai investasi mencapai US$2 miliar, proyek ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional melalui pengolahan nikel bernilai tambah tinggi.
Selain meningkatkan daya saing industri nasional, proyek yang dikembangkan anggota Grup MIND ID tersebut juga diproyeksikan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi serta pembangunan sosial masyarakat di wilayah operasional, khususnya di Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, menyambut baik pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar manfaat investasi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah,” kata Reny.
Dampak positif program hilirisasi juga tercermin pada kinerja perekonomian Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026 tumbuh 8,32 persen secara tahunan (year-on-year).
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 15,09 persen, menunjukkan semakin besarnya kontribusi hilirisasi terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....