Indonesia Endowment Ecosystem Diluncurkan, Dorong Wakaf Produktif Berlanjutan
- 09 Sep 2026 21:24 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah Wakaf, Rumah Zakat, dan SharingHappiness.org meluncurkan Indonesia Endowment Ecosystem sebagai infrastruktur kolaborasi berbasis wakaf untuk membangun sumber pendanaan sosial jangka panjang. Inisiatif tersebut diperkenalkan melalui Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 9 September 2026.
Indonesia Endowment Ecosystem menawarkan model pengelolaan dana sosial yang tidak hanya mengandalkan penggalangan dana berulang. Dana yang dihimpun dikembangkan menjadi aset produktif, sedangkan hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program sosial secara berkelanjutan.
Dewan Pembina Rumah Wakaf Nur Effendi mengatakan dana abadi berbasis wakaf diharapkan dapat menjadi solusi bagi program sosial yang selama ini masih bergantung pada penggalangan dana berulang. Pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Ini acara di mana kita ingin menyampaikan bahwa hari ini kita perlu dana abadi berbasis wakaf. Prinsipnya pokoknya tetap, kemudian hasilnya dimanfaatkan atau disedekahkan, terutama untuk program-program pendidikan,” ujar Nur Effendi.
Menurut Nur Effendi, dana abadi juga dapat memberikan dukungan kepada tenaga pendidik yang penghasilannya masih berada di bawah rata-rata. Ia menilai keberadaan tenaga pendidik yang berkualitas merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Harapannya dengan dana abadi berbasis wakaf ini bisa lebih berdampak dan kemudian bisa lebih sustain. Terutama di pendidikan, karena hari ini kita melihat bahwa anak-anak muda, mahasiswa, terutama pendidikan untuk mahasiswa itu menjadi penting bagi kita untuk masa depan bangsa kita,” katanya.
Pada tahap awal, Indonesia Endowment Ecosystem menargetkan penghimpunan dana abadi wakaf sebesar Rp10 miliar hingga Desember 2026. Sebanyak lima mahasiswa juga telah menerima manfaat wakaf secara simbolis dengan nilai masing-masing Rp5 juta.
Salah satu penerima manfaat adalah Raja Fahlevi, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya dan berharap program dana abadi berbasis wakaf dapat terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh manfaat.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima manfaat dari program ini. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan semoga ke depannya program seperti ini bisa membantu lebih banyak mahasiswa,” ujar Raja.
Penerima manfaat diprioritaskan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dan berasal dari kelompok kurang mampu. Selain beasiswa, hasil pengelolaan wakaf ke depan juga dapat diarahkan untuk rehabilitasi sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana berdasarkan hasil asesmen kebutuhan.
Nur Effendi menambahkan, Indonesia Endowment Ecosystem untuk saat ini memprioritaskan wakaf dalam bentuk uang karena dinilai lebih mudah dikelola secara produktif. Ekosistem tersebut juga disiapkan untuk mengembangkan dana abadi pada empat sektor, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....