Pramono Anung Imbau Warga Jaga Kondusivitas Pascainsiden di Matraman

  • 28 Jul 2026 07:41 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tetap tenang pascainsiden di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
  • Pramono meminta warga tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bergerak cepat mengoordinasikan berbagai pihak untuk memastikan situasi tetap aman dan damai.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas pascainsiden yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Ia meminta warga tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Pramono juga menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal telah bergerak cepat dengan mengoordinasikan berbagai pihak guna memastikan situasi tetap aman dan damai.

“Saya telah menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai,” kata Pramono, di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara tersebut melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pramono juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Ia mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun disinformasi yang berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

“Secara khusus, sebagai Gubernur Jakarta, saya menghimbau kepada semua masyarakat kita untuk berkepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum,” ujarnya.

Menurut Pramono, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia kembali menggaungkan ajakan “Jaga Jakarta” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan stabilitas ibu kota.

“Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama. Maka ‘Jaga Jakarta’ menjadi penting dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Berdasarkan data yang dihimpun, bentrokan pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Meski secara administratif masuk wilayah Jakarta Pusat, dampak bentrokan meluas hingga ke area perbatasan Matraman.

Penyelidikan sementara kepolisian menunjukkan insiden bermula dari perselisihan kecil. Dua orang pengendara sepeda motor diduga melakukan aksi menggeber kendaraan di depan pedagang nasi uduk di depan Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam. Teguran warga atas kebisingan tersebut justru dibalas dengan aksi anarkis.

Kedua pengendara tersebut sempat pergi, namun kembali membawa sekitar lima rekan mereka. Kelompok ini diduga merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga setempat. Aksi ini memicu perlawanan massa hingga terjadi aksi saling lempar batu dan benda tumpul di kawasan Jalan Tambak.

Dampak dari bentrokan tersebut cukup fatal. Selain kerusakan bangunan dan sejumlah kendaraan yang terbakar, dua orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban berinisial K (23) dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sementara satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....